Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Ilustrasi vaksin./Reuters
Harianjogja.com, WONOSARI – Sedikitnya 1.000 pelaku wisata di Gunungkidul akan mengikuti vaksinasi massal anti corona. Rencananya vaksinasi diselenggarakan di area wisata Ngingrong, Kalurahan Mulo, Wonosari.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata DIY untuk menyukseskan program vaksinasi massal untuk pelaku wisata. Data sementara ada 1.000 pelaku wisata yang akan berpartisipasi. Namun, jumlah ini masih akan diverifikasi guna memastikan jumlah orang yang akan ikut dalam program tersebut.
BACA JUGA : Ribuan Pelaku Wisata di Pesisir Pantai Selatan Mulai
“Data masih bergerak dan hari ini [kemarin] merupakan batas waktu terakhir pengumpulan,” kata Hary, Rabu (14/7/2021).
Menurut dia, persiapan pelaksanaan terus dilakukan, salah satunya agar tidak terjadi kerumuman pada saat vaksin berlangsung. Rencananya, vaksinasi dilakukan selama dua hari bertempat di obyek wisata Ngingrong di Kalurahan Mulo.
Hary berdalih lokasi ini dipilih karena memiliki tempat yang luas. Selain itu, untuk menghindari vaksinasi juga dibuat penjadwalan. Rencananya setiap jamnya maksimal hanya melayani 50 orang.
“Ada jadwalnya untuk menhindari kerumunan. Untuk waktu pelaksanaan rencananya 21-22 Juli, tapi untuk kepastian masih harus dikoordinasikan dengan dinas pariwisata DIY maupun dinas kesehatan,” katanya.
BACA JUGA : Vaksinasi untuk Pelaku Pariwisata dan Pelayan Publik Terus
Disinggung terkait dengan bantuan terhadap pelaku wisata sebagai akibat penerapan PPKM Darurat yang mengharuskan penutupan destinasi, Hary mengaku hingga sekarang belum ada. Menurut dia, kebijakan tersebut sesuai dengan arahan dan hingga sekarang belum ada instruksi terkait dengan pemberian bantuan. “Belum ada hingga sekarang,” katanya.
Salah seorang pelaku wisata di Pantai Timang, Kalurahan Purwodadi, Tepus, Wasiman mengaku sudah ikut vaksinasi yang dilaksanakan di Puskesmas Tepus satu bulan yang lalu. “Saya sudah divaksin,” katanya.
Meski demikian, ia ikut antusias dengan adanya vaksinasi massal bagi pelaku wisata. Ia berharap program ini berjalan sukses karena sebagai upaya mencegah penularan virus corona di area wisata.
“Kami dukung program ini, apalagi wisatawan yang datang berasal dari luar daerah sehingga butuh antisipasi untuk mencegah penularan,” katanya.
BACA JUGA : 3.000 Pedagang dan Pelaku Wisata di Bantul Bakal Divaksin
Terkait dengan penerapan PPKM Darurat, Wasiman mengaku untuk sementara menutup kedai lobster yang dimiliki. “Tutup dulu karena mengikuti kebijakan penutupan Pantai Timang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul bersiap menghadapi revalidasi Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark pada 2027 dengan membenahi sejumlah catatan UNESCO.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.