Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah kelompok tani di Gunungkidul mendapatkan bantuan sebesar Rp5,6 miliar. Bantuan tersebut untuk memacu hasil produksi pertanian di lahan kering seluas 1.000 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, ada 40 kelompok tani yang mendapatkan bantuan program optimalisasi pertanian lahan kering di tahun ini. Total bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian sebanyak Rp5,685 miliar.
“Masing-masing kelompok rata-rata mendapatkan Rp142,1 juta,” katanya, Rabu (11/8/2021).
Bambang menjelaskan bantuan diharapkan mampu mengoptimalisasikan produktivitas di lahan kering. Setiap kelompok diwajibkan mengolah lahan seluas 25 hektare. “Jadi optimalisasi lahan ada seluas 1.000 hektare di Gunungkidul. Mudah-mudahan bisa berjalan baik sehingga lahan yang awalnya kering bisa produktif sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh petani,” katanya.
Selama penggarapan, juga ada ketentuan yang harus dipatuhi petani. Sebagai contoh, lahan kering tak hanya untuk tanaman pangan tetapi harus disisakan untuk pengembangan tanaman hortikultura seluas sepuluh hektare.
Masing-masing kelompok memanfaatkan bantuan untuk sejumlah program mulai dari pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, irigasi air tanah hingga irigasi perpipaan.
“70% bantuan sudah tersalurkan dan sudah dikerjakan. Contohnya pembangunan dam parit di Kalitekuk, Kapanewon Semin. Ada juga pembangunan irigasi perpipaan di Kalurahan Kampung, Ngawen,” kata Bambang.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyambut baik program optimalisasi lahan kering yang diberikan ke petani di Bumi Handayani. Ia berharap, para petani dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya sehingga produktivitas lahan yang digarap dapat ditingkatkan.
“Harus bisa jadi solusi karena dengan bantuan ada bisa digunakan untuk sarana penyediaan air sehingga upaya pemeliharaan dapat berjalan dengan baik,” katanyanya.
Sunaryanta mengakui sektor pertanian merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani. Meski ada pandemi, sektor ini dapat tumbuh dengan baik di semester pertama 2021.
“Saya juga berharap ada regenerasi dengan munculnya petani milenial. Saya yakin dengan peran generasi muda, sektor pertanian akan lebih maju karena penggunaan peralatan yang modern sehingga hasilnya akan optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Tyson Fury dan Zlatan Ibrahimović dikabarkan tertarik membeli klub Inggris Morecambe FC dan membuat dokumenter sepak bola bergaya Wrexham.
Bank Jateng kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang “15th Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026.
Hukum makan daging kurban berbeda antara kurban sunah dan nazar. Simak penjelasan lengkap ulama menjelang Iduladha.
PSIM Jogja mendapat libur lebih panjang jelang musim baru. Van Gastel fokus pada pemulihan pemain sebelum Super League 2026/2027.
Unit Usaha Syariah Bank Jateng kembali meraih pengakuan di tingkat nasional setelah memperoleh penghargaan The Best Banking Sharia Business Unit 2026.