Investor Jepang Lirik Gunungkidul, Siap Bangun Pabrik Kulit di Semin
Investor Jepang melirik Gunungkidul untuk bangun pabrik kulit di Semin. Pemkab siapkan lahan dan optimistis serap tenaga kerja lokal.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah kelompok tani di Gunungkidul mendapatkan bantuan sebesar Rp5,6 miliar. Bantuan tersebut untuk memacu hasil produksi pertanian di lahan kering seluas 1.000 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, ada 40 kelompok tani yang mendapatkan bantuan program optimalisasi pertanian lahan kering di tahun ini. Total bantuan dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian sebanyak Rp5,685 miliar.
“Masing-masing kelompok rata-rata mendapatkan Rp142,1 juta,” katanya, Rabu (11/8/2021).
Bambang menjelaskan bantuan diharapkan mampu mengoptimalisasikan produktivitas di lahan kering. Setiap kelompok diwajibkan mengolah lahan seluas 25 hektare. “Jadi optimalisasi lahan ada seluas 1.000 hektare di Gunungkidul. Mudah-mudahan bisa berjalan baik sehingga lahan yang awalnya kering bisa produktif sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh petani,” katanya.
Selama penggarapan, juga ada ketentuan yang harus dipatuhi petani. Sebagai contoh, lahan kering tak hanya untuk tanaman pangan tetapi harus disisakan untuk pengembangan tanaman hortikultura seluas sepuluh hektare.
Masing-masing kelompok memanfaatkan bantuan untuk sejumlah program mulai dari pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, irigasi air tanah hingga irigasi perpipaan.
“70% bantuan sudah tersalurkan dan sudah dikerjakan. Contohnya pembangunan dam parit di Kalitekuk, Kapanewon Semin. Ada juga pembangunan irigasi perpipaan di Kalurahan Kampung, Ngawen,” kata Bambang.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyambut baik program optimalisasi lahan kering yang diberikan ke petani di Bumi Handayani. Ia berharap, para petani dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya sehingga produktivitas lahan yang digarap dapat ditingkatkan.
“Harus bisa jadi solusi karena dengan bantuan ada bisa digunakan untuk sarana penyediaan air sehingga upaya pemeliharaan dapat berjalan dengan baik,” katanyanya.
Sunaryanta mengakui sektor pertanian merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi di Bumi Handayani. Meski ada pandemi, sektor ini dapat tumbuh dengan baik di semester pertama 2021.
“Saya juga berharap ada regenerasi dengan munculnya petani milenial. Saya yakin dengan peran generasi muda, sektor pertanian akan lebih maju karena penggunaan peralatan yang modern sehingga hasilnya akan optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor Jepang melirik Gunungkidul untuk bangun pabrik kulit di Semin. Pemkab siapkan lahan dan optimistis serap tenaga kerja lokal.
DPR mempercepat pembahasan RUU Ketenagakerjaan dengan menyerap masukan saat reses agar target pengesahan pada 2026 sesuai putusan MK tercapai.
Penertiban kawasan hutan terus dievaluasi secara berkala melalui koordinasi lintas lembaga untuk memastikan target Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tercapai.
DPRD Temanggung menilai pembatasan nikotin dan tar berpotensi mengurangi serapan tembakau lokal serta berdampak pada petani jika diterapkan.
Proyek kereta gantung Prambanan memasuki tahap akhir penyesuaian LP2B. Setelah persetujuan ATR/BPN terbit, proses perizinan akan dilanjutkan.
Mandatori B50 resmi diterapkan nasional. Kebijakan ini ditargetkan memperkuat swasembada energi, menghemat devisa, dan mengurangi impor solar.