1.000 Hektare Sawah di Bantul Terlambat Tanam, Ini Penyebabnya
Sekitar 1.000 hektare lahan pertanian Bantul terlambat tanam akibat kekurangan air. Petani diminta mengejar empat kali tanam setahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Nasib apes sempat dirasakan Anang Achmad Rahman, 19, warga Suronatan NG 2 / 848 RT 051 RW 008 Kelurahan Notoprajan, Kemantren Ngampilan, Kota Jogja, pada Minggu (22/8) lalu. Dia kehilangan sepeda motor yang ditinggalkan karena mogok di Jalan Suryowijayan, Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron. Sepeda motor itu kini telah ditemukan polisi.
Kapolsek Mantrijeron, Kompol Andy Mayasari, menjelaskan kejadian itu bermula saat Anang tengah berkendara di Jalan Suryowijayan, Mantrijeron, dari arah selatan ke utara. Sesampainya di lokasi kejadian, mesin sepeda motor korban tiba-tiba mati dan tidak bisa dihidupkan kembali.
Anang kemudian meninggalkan sepeda motor beserta kuncinya di area tersebut, tepatnya di warung bakso. Dia berniat menemui temannya di sebelah barat perempatan Tamansari untuk meminta bantuan.
BACA JUGA: Resmi! Pemilihan Lurah di Sleman Digelar 31 Oktober
"Belum sempat bertemu dengan temannya, korban justru berjalan kaki lurus ke utara hingga akhirnya sampai di rumahnya. Selanjutnya korban tertidur," kata Kapolsek.
Keesokan harinya, Anang lantas menyadari sepeda motornya tertinggal di lokasi kejadian. Kemudian dia mencoba meminta bantuan tetangganya untuk mengambilkan sepeda motornya, namun celaka saat sampai di lokasi, ternyata sepeda motor miliknya telah hilang.
"Dari adanya laporan dan penyelidikan, sepeda motor korban akhirnya ditemukan warga di daerah Nagan, Kraton, Senin (23/8/2021) lalu. Sepeda motor yang telah ditemukan itu adalah jenis Yamaha Mio J bernomor polisi AB 6404 BS. Selanjutnya diserahkan ke Polsek Kraton yang lalu dibawa ke Polsek Mantrijeron," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 1.000 hektare lahan pertanian Bantul terlambat tanam akibat kekurangan air. Petani diminta mengejar empat kali tanam setahun.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan ormas menyampaikan lima tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.
Bapanas dan Satgas Pangan Polri memperketat pengawasan distribusi beras SPHP dan RPK menyusul temuan pengoplosan serta penjualan kembali dengan harga tinggi.
Pemkot Jogja menyiapkan pembiayaan melalui Jamkesda bagi korban kekerasan saat demonstrasi 28 Oktober 2026 setelah verifikasi Dinsos.
KSPSI AGN-ATUC Gunungkidul mengusulkan UMK 2027 minimal Rp2.659.000 atau naik 7,5%-10% demi menjaga daya beli pekerja.