Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Sri Sultan HB X. /Ist-Diskominfo DIY
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memilih untuk tidak tergesa-gesa membuka sektor wisata dan pendidikan. Ia khawatir jika dengan cepat diberikan kebebasan akan membuat kasus kembali naik.
Sultan HB X mengatakan kasus Covid-19 di DIY saat ini masih fluktuatif atau naik turun sehingga belum bisa dikatakan aman atau turun proporsional. Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini meminta masyarakat untuk bersabar, menahan diri untuk selalu mengenakan masker dan mengurangi mobilitas agar kasus Covid-19 di DIY tidak naik lagi.
BACA JUGA : Daripada Fokus Turunkan Level PPKM, Sultan
Saat ini mobilitas di perkotaan saat siang hari, Sultan melanjutkan sudah turun sampai 40%. Namun mobilitas di perkampungan masih plus 16%. Banyak masyarakat yang masih berkerumun di kampung-kampung atau nonggo, sehingga tidak heran penularan Covid-19 saat ini dari klaster keluarga, “harusnya [kerumunan] kan harus zero, berarti masyarakat kan masih nonggo,” ujar Sultan, Kamis (27/8/2021).
Karena itu Sultan belum berani juga membuka pembelajaran tatap muka (PTM) dan membuka destinasi wisata dalam kondisi sekarang karena resiko penularan Covid-19 masih cukup besar. Pihaknya tidak ingin melonggarkan kegiatan masyarakat, namun pada akhirnya kasus meningkat kembali sehingga penanganannya akan lebih sulit.
“Jangan seperti di luar [negeri] diberi kebebasan sedikit kasus naik. Lebih baik kita sabar tidak tergesa-gesa tapi impilkasinya bagus. Prihatin sebentar dari pada diberi kebebasan [tapi pada akhirnya] lockdown kon neng omah wae,” tandas Sultan.
BACA JUGA : PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Respons Sultan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY total sasaran vaksin ada 2.879.699 orang. Namun yang sudah divaksin dosis pertama per 25 Agustus 2021 mencapai 1.483.126 orang atau 51,50%. Dosis kedua baru 633.308 atau 21,99%.
HB X lebih memilih untuk fokus menggenjot capaian vaksinasi ketimbang memikirkan turun level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Saat ini PPKM di DIY masih dalam level 4, sementara di daerah laiannya sudah turun level.
Menurut Sultan banyak faktor untuk menurunkan level PPKM, “Sekarang kalau saya lebih cendrung vaksinasi jadi program utama lebih cepat divaksinasi,” katanya.
Sultan berharap September mendatang vakinasi bisa mencapai 80% dari total sasaran sehingga Oktober bisa mencapai 100% dari sasarana minimal vaksin pertama karena vaksin pertama juga sudah dinilai dapat membentuk kekebalan tubuh dari virus corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Polresta Sleman menyiapkan gelar perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak untuk menentukan peningkatan kasus ke tahap penyidikan.
Warga Kalibawang mendukung rencana RSUD di utara Kulonprogo dan siap melepas lahan dengan syarat UGR wajar serta tenaga kerja lokal dilibatkan.
Buruh DIY meminta jaminan pesangon masuk RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam audiensi dengan Pemda DIY, Kamis (17/9/2026).
Kejagung akan melimpahkan Febrie Adriansyah dan dua tersangka lain ke Kejari Jaksel setelah berkas perkara dinyatakan P-21.