Tak Latah Ikuti Bantul, Tiket Pantai Gunungkidul Tetap per Kawasan
Gunungkidul memastikan tiket wisata pantai tetap menggunakan skema per kawasan. Pengunjung dinilai lebih diuntungkan dibanding tiket per destinasi.
Warga Semanu Tengah pada saat menjalani pemeriksaan diabetes militus yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD di Balai Dusun, Minggu (5/9/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, SEMANU – Puluhan warga di Dusun Semanu Tengah, Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul diberikan edukasi dan pengetahuan tentang bahaya penyakit diabetes militus. Kegiatan ini merupakan bagian dari menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan di balai dusun, Minggu (5/9/2021).
Selain melibatkan mahasiswa, kegiatan yang dikomandoi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ini juga diikuti oleh sejumlah dosen seperti Haafizah Dania, Dyah Aryani Perwisatasari dan Rita Maliza. Dosen Farmasi UAD, Haafizah Dania mengatakan, program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurut dia, program kali ini dilaksanakan di Dusun Semanu Tengah, Semanu.
Adapun kegiatan dilaksanakan pengecekan dan penyuluhan kesehatan menyangkut dengan penyakit diabetes militus. Total ada 20 peserta yang mengikuti kegiatan ini dan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.
“Awalnya kami targetkan 50 warga yang dapat penyuluhan, tapi karena masih pandemic maka jumlahnya hanya 20 peserta,” kata Dania kepada Harianjogja.com, Minggu (5/9/2021).
Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang belum paham dan sering mengabaikan tanda-tanda awal penyakit kelebihan gula ini. Padahal, sambung Dania, akibatnya bisa berbahaya pada kesehatan tubuh. Oleh karenanya, dengan edukasi diharapkan masyarakat, khususnya di Semanu tengah bisa menyadari dan mewaspadai potensi penyakit ini. “Tujuannya juga untuk menekan kasus diabetes militus di Gunungkidul,” katanya.
Ditambahkan Dania, warga yang hadir tidak hanya dilakukan pengecekan kesehatan. Namun, juga diberikan buku saku berkaitan dengan deteksi dini dan pencegahan penyakit diabtes. “Kami juga lakuka deteksi melalui kuisioner dengan wawancara kepada warga saat pemeriksaan sehingga dapat diketahui sejak awal,” katanya.
Dukuh Semanu Tengah, Tantono Rukminto memberikan apresiasi terhadap tim UAD yang memberikan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan secara gratis ke masyarakat. Menurut dia, kegiatan ini juga bermanfaat karena warga bisa mengetahui tentang kadar gula didalam tubuh. “Langsung dicek oleh petugas dan warga juga diberikan buku saku untuk menambah pengetahuan tentang bahaya penyakit diabetes,” katanya.
Menurut dia, kegiatan penyuluhan ini sempat tertunda karena adanya penyebaran virus corona yang terjadi di Dusun Semanu Tengah beberapa waktu lalu. “Sempat kasusnya bertambah banyak, tapi sekarang sudah kembali normal sehingga kegiatan yang sempat tertunda bisa terselenggara dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memastikan tiket wisata pantai tetap menggunakan skema per kawasan. Pengunjung dinilai lebih diuntungkan dibanding tiket per destinasi.
Pemerintah menargetkan renovasi 400.000 rumah tidak layak huni melalui program BSPS pada 2026. Seskab dan Menteri PKP bahas percepatan pelaksanaannya.
Gerakan pengendalian hama tikus digelar di Tirtoadi, Sleman, mencakup 70 hektare sawah. Baznas turut menyalurkan 75 paket sembako bagi petani.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
LPPOM mengingatkan Kolesom Jumbo dengan kandungan alkohol 19,7% tergolong khamr jika informasi tersebut benar dan tidak memenuhi ketentuan halal.
Harga oli kendaraan naik pada Juli 2026. Simak daftar terbaru Pertamina Fastron, Enduro, Shell Helix, dan Shell Advance beserta penyebabnya.