Pura Jagat Natha Magelang Dibangun, Simbol Toleransi Menguat
Pura Jagat Natha mulai dibangun di Alun-alun Kota Magelang, memperkuat simbol toleransi lintas agama di pusat kota.
Sejumlah anak sedang menata aksara Jawa. /Harian Jogja-Desi Suryanto.
Harianjogja.com, JOGJA--Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkampanyekan Jogja sebagai Kota Hanacaraka atau Aksara Jawa. Pencanangan ini sebagai upaya untuk menjaga aksara Jawa di era digital saat ini.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan pencanangan Jogja sebagai Kota Hanacaraka merupakan rangkaian dari Hari Aksara Internasional. Dian mengungkap pentingnya pencanangan tersebut sebagai upaya untuk melestarikan aksara Jawa.
"Mengapa kita berupaya melaunching Jogja sebagai Kota Hanacaraka, karena fakta dan data yang kami punya, persentase pengguna dan pemakai kita cek di angket tersebut menunjukkan bahwa masih banyak pengguna aksara Jawa terutama anak muda,” katanya sebagaimana dikutip laman resmi Pemda DIY, Rabu (7/9/2021).
BACA JUGA : Ditolak Domain Internet, Aksara Jawa Belum Diakui
Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan DIY Setya Amrih Prasaja menambahkan pencanangan ini sebagai upaya menjaga keberlangsungan aksara Jawa di era digital dan sekaligus sebagai upaya mendorong penggunaan aksara Jawa secara lebih luas. Selain itu untuk menggelorakan penggunaan aksara Jawa di ranah digital diperlukan akselerasiagar terlihat nyata dan mampu membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Jogja
“Tiga hal yang perlu didorong, pelaziman dalam kehidupan sehari - hari, ranah pembelajaran dan ranah birokrasi untuk dipergunakan secara intensif. Tentunya kami sangat mendorong siapa pun, khususnya dapat menunjukkan dukungan massif atas inisiatif ini,” ujarnya.
Rangkaian acara Hari Aksara Internasional terdiri atas pembuatan blog beraksara Jawa, pembuatan converter aksara Jawa, pembuatan OCR aksara Jawa, pemasangan spanduk tentang penguatan penggunaan aksara Jawa,pembuatan mading beraksara Jawa, webinar bertema Aksara Jawa, podcast digitalisasi aksara Jawa. Dalam puncak acara \'Aksara Jawa Anjayeng Bawana\' juga digelar Talkshow Aksara Jawa Anjayeng Bawana bersama KPH Notonegoro dengan tema Pelestarian dan Pengembangan aksara Jawa di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.
BACA JUGA : Kongres Aksara Jawa I di DIY Berpotensi Munculkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pura Jagat Natha mulai dibangun di Alun-alun Kota Magelang, memperkuat simbol toleransi lintas agama di pusat kota.
Timnas Swedia umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Isak, Elanga, dan Lindelof jadi andalan di Grup F.
Pakar UII Jogja mengembangkan AI wisata halal berbasis graf pengetahuan untuk menyatukan data wisata halal global yang lebih akurat dan cepat.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia