Polresta Sleman Jelaskan Duduk Perkara Viral Shinta Komala
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Wakil Bupati, Joko Purnomo mengecek kesiapan desinasi wisata dalam uji coba pembukaan Hutan Pinus Sari Mangunan pada Kamis (16/9/2021) sore./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Pemkab Bantul melakukan peninjauan pelaksanaan pembukaan destinasi wisata di Hutan Pinus Sari Mangunan. Kendala sinyal yang muncul, akan disiasati dengan pemasangan perangkat penguat sinyal.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, didampingi Satpol PP Bantul, Dishub Bantul, dan sejumlah pejabat setempat menjajal langsung penerapan baru tata cara berwisata di Hutan Pinus Sari Mangunan pada Kamis (17/9/2021). "Kita melakukan koordinasi sekaligus pengecekan Pinus Sari yang nanti akan menjadi destinasi uji coba wisata di PPKM Level 3," ungkapnya.
Dari pantauan Joko, persiapan pengelola Hutan Pinus Sari Mangunan terbilang bagus. Menurutnya fasilitas yang ada telah sesuai dengan standar prokes yang ada dalam ketentuan. Namun kendala sinyal menjadi fokus penyelesaian dalam uji coba pembukaan objek wisata Hutan Pinus Sari Mangunan.
"Kendalanya kaitan dengan sinyal. Sinyal terkadang kuat, terkadang kurang, terkadang hilang. Sehingga saat pengunjung itu akan melakukan proses masuk aplikasi Peduli Lindungi itu jadi agak kesulitan," tandasnya.
Baca juga: Pokdarwis Mengaku Tak Diajak Koordinasi oleh Litto
Persoalan lantas dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata DIY agar kesulitan sinyal dapat diatasi. "Kita juga melakukan komunikasi dengan Dinas Kominfo Bantul. Kita berupaya seandainya memang memungkinkan akan dipasang sebuah alat untuk memperkuat sinyal," tandasnya.
"Mungkin sore hari ini dari Kominfo akan melakukan survei lapangan. Dan kita berharap betul itu bisa dilaksanakan. Jadi betul-betul besok wisatawan datang tidak mengalami persoalan," ungkapnya.
Joko bahkan mendapatkan laporan, bahwa pengelola terpaksa adu mulut dengan wisatwan yang tidak bisa masuk destinasi karena susah mengakses aplikasi PeduliLindungi di kawasan Hutan Pinus Sari Mangunan. "Kemarin beberapa hari yang lalu terpaksa harus ada dalam tanda kutip terjadi adu mulut. Karena tidak bisa melakukan aplikasi PeduliLindungi ya mereka pulang," tuturnya.
"Jauh-jauh datang ke sini enggak bisa masuk, pulang. Pihak pengelola tidak bisa dan tidak berani untuk memasukkan wisatawan tanpa melalui aplikasi itu, karena itu memang aturan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.