20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Wakil Bupati, Joko Purnomo mengecek kesiapan desinasi wisata dalam uji coba pembukaan Hutan Pinus Sari Mangunan pada Kamis (16/9/2021) sore./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL-Pemkab Bantul melakukan peninjauan pelaksanaan pembukaan destinasi wisata di Hutan Pinus Sari Mangunan. Kendala sinyal yang muncul, akan disiasati dengan pemasangan perangkat penguat sinyal.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, didampingi Satpol PP Bantul, Dishub Bantul, dan sejumlah pejabat setempat menjajal langsung penerapan baru tata cara berwisata di Hutan Pinus Sari Mangunan pada Kamis (17/9/2021). "Kita melakukan koordinasi sekaligus pengecekan Pinus Sari yang nanti akan menjadi destinasi uji coba wisata di PPKM Level 3," ungkapnya.
Dari pantauan Joko, persiapan pengelola Hutan Pinus Sari Mangunan terbilang bagus. Menurutnya fasilitas yang ada telah sesuai dengan standar prokes yang ada dalam ketentuan. Namun kendala sinyal menjadi fokus penyelesaian dalam uji coba pembukaan objek wisata Hutan Pinus Sari Mangunan.
"Kendalanya kaitan dengan sinyal. Sinyal terkadang kuat, terkadang kurang, terkadang hilang. Sehingga saat pengunjung itu akan melakukan proses masuk aplikasi Peduli Lindungi itu jadi agak kesulitan," tandasnya.
Baca juga: Pokdarwis Mengaku Tak Diajak Koordinasi oleh Litto
Persoalan lantas dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata DIY agar kesulitan sinyal dapat diatasi. "Kita juga melakukan komunikasi dengan Dinas Kominfo Bantul. Kita berupaya seandainya memang memungkinkan akan dipasang sebuah alat untuk memperkuat sinyal," tandasnya.
"Mungkin sore hari ini dari Kominfo akan melakukan survei lapangan. Dan kita berharap betul itu bisa dilaksanakan. Jadi betul-betul besok wisatawan datang tidak mengalami persoalan," ungkapnya.
Joko bahkan mendapatkan laporan, bahwa pengelola terpaksa adu mulut dengan wisatwan yang tidak bisa masuk destinasi karena susah mengakses aplikasi PeduliLindungi di kawasan Hutan Pinus Sari Mangunan. "Kemarin beberapa hari yang lalu terpaksa harus ada dalam tanda kutip terjadi adu mulut. Karena tidak bisa melakukan aplikasi PeduliLindungi ya mereka pulang," tuturnya.
"Jauh-jauh datang ke sini enggak bisa masuk, pulang. Pihak pengelola tidak bisa dan tidak berani untuk memasukkan wisatawan tanpa melalui aplikasi itu, karena itu memang aturan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Google mulai menutup Android! Pengembang custom ROM resah karena kode sumber Pixel di AOSP Android 16 tak lagi dibagikan. Simak dampak dan masa depannya di sini
FBI sita 600+ drone ilegal di Piala Dunia 2026. Miami terbanyak, pelanggar ancam denda Rp1,6 M. Regulasi drone AS terancam diperketat.
Bansos PKH & BPNT tahap 3 (Juli-September) belum cair. Status penerima bisa berubah. Cek jadwal, nominal, dan cara cek NIK secara resmi di sini.
Prediksi Argentina vs Mesir di 16 besar Piala Dunia 2026: Messi vs Salah. Statistik tunjukkan Argentina lebih produktif, Mesir lebih kolektif.