Freiburg vs Aston Villa, Duel Taktik di Liga Europa
Freiburg vs Aston Villa di Liga Europa diprediksi berlangsung ketat. Emery andalkan pengalaman Eropa, Freiburg kuat di kandang.
Litto/Little Tokyo-Instagram
Harianjogja.com, BANTUL—Selain belum mengantongi izin dari Pemkab Bantul, Little Tokyo (Litto) ternyata belum berkoordinasi dengan sejumlah kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo.
Padahal, selain menawarkan pemandangan dan fasilitas hotel serta restoran, banyak calon pemesan kamar di Litto adalah mereka yang sedang berwisata di sejumlah objek wisata yang dikelola oleh pokdarwis di sekitar kapanewon Dlingo.
BACA JUGA: 57 Pegawai KPK Dipecat, Pukat UGM Serukan Perlawanan
"Sampai sekarang belum ada komunikasi yang serius. Sebatas omong kosong saja dari mereka," kata Ketua Operator Pengelola Puncak Becici, Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Gandi Saputra, Kamis (16/9/2021).
Meski demikian, Gandi mengaku tidak mempersoalkan hal itu. Sebab, ia menilai, apa yang dilakukan oleh pengelola Litto sah-sah saja, karena mereka merasa punya kekuatan sehingga tidak perlu koordinasi dengan sejumlah pokdarwis di Kapanewon Dlingo.
"Mungkin mereka merasa punya power. Kalau katanya mau menyerap 70 persen tenaga kerja sekitar, toh yang saya lihat juga mereka belum menyerap tenaga kerja sekitar, malah banyakan dari luar," lanjutnya.
PR Litto Nobertha Shinta dalam rilis yang dikirimkan ke awak media menyebutkan Litto dikelilingi sejumlah objek wisata. Selain Puncak Becici, Hutan Pinus, Kebun Buah Mangunan, ada Desa Wisata Kerajinan Bambu.
BACA JUGA: Warga Miskin Indonesia Diusulkan Dapat Rp1 Juta Per Bulan
Nobertha juga mengatakan Litto memberdayakan warga sekitar mulai dari proses pembangunan sampai tim operasional.
"Saat ini sudah banyak lamaran yang masuk untuk tim operasional," katanya.
Dukuh Gunung Cilik Rubikan mengakui tidak semua tenaga kerja dalam proses pembangunan Litto berasal dari warga sekitar. "Banyak juga yang dari luar. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan keahlian saat pembangunan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Freiburg vs Aston Villa di Liga Europa diprediksi berlangsung ketat. Emery andalkan pengalaman Eropa, Freiburg kuat di kandang.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.