Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Litto/Little Tokyo-Instagram
Harianjogja.com, BANTUL—Selain belum mengantongi izin dari Pemkab Bantul, Little Tokyo (Litto) ternyata belum berkoordinasi dengan sejumlah kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo.
Padahal, selain menawarkan pemandangan dan fasilitas hotel serta restoran, banyak calon pemesan kamar di Litto adalah mereka yang sedang berwisata di sejumlah objek wisata yang dikelola oleh pokdarwis di sekitar kapanewon Dlingo.
BACA JUGA: 57 Pegawai KPK Dipecat, Pukat UGM Serukan Perlawanan
"Sampai sekarang belum ada komunikasi yang serius. Sebatas omong kosong saja dari mereka," kata Ketua Operator Pengelola Puncak Becici, Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Gandi Saputra, Kamis (16/9/2021).
Meski demikian, Gandi mengaku tidak mempersoalkan hal itu. Sebab, ia menilai, apa yang dilakukan oleh pengelola Litto sah-sah saja, karena mereka merasa punya kekuatan sehingga tidak perlu koordinasi dengan sejumlah pokdarwis di Kapanewon Dlingo.
"Mungkin mereka merasa punya power. Kalau katanya mau menyerap 70 persen tenaga kerja sekitar, toh yang saya lihat juga mereka belum menyerap tenaga kerja sekitar, malah banyakan dari luar," lanjutnya.
PR Litto Nobertha Shinta dalam rilis yang dikirimkan ke awak media menyebutkan Litto dikelilingi sejumlah objek wisata. Selain Puncak Becici, Hutan Pinus, Kebun Buah Mangunan, ada Desa Wisata Kerajinan Bambu.
BACA JUGA: Warga Miskin Indonesia Diusulkan Dapat Rp1 Juta Per Bulan
Nobertha juga mengatakan Litto memberdayakan warga sekitar mulai dari proses pembangunan sampai tim operasional.
"Saat ini sudah banyak lamaran yang masuk untuk tim operasional," katanya.
Dukuh Gunung Cilik Rubikan mengakui tidak semua tenaga kerja dalam proses pembangunan Litto berasal dari warga sekitar. "Banyak juga yang dari luar. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan keahlian saat pembangunan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Sebanyak 785 lansia di Kulonprogo terindikasi judol dari 3.336 penerima bansos. Dinsos membuka mekanisme sanggahan dan pemutakhiran data.