Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ketua BPPD DIY, GKR Bendara (dua dari kiri) dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (dua dari kanan) saat meluncurkan Gerakan Wisata Sehat di Sentrum Space, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Jumat (17/9/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengusung tema Panduan Penerapan Protokol Kesehatan pada Daerah Penyelenggara Kegiatan Wisata, Pemkab Sleman bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY meluncurkan Gerakan Wisata Sehat.
Kegiatan berlangsung di Sentrum Space, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Jumat (17/9/2021). Gerakan ini menjadi upaya mendukung program wisata dan ekonomi kreatif dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi khususnya di sektor pariwisata.
Ketua BPPD DIY, GKR Bendara mengatakan Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata yang istimewa mulai dari desa wisata hingga creative space bagi semua kalangan agar bisa berjejaring dan menumbuhkan peluang baru. Ia juga mengapresiasi Pemkab Sleman yang terus menggiatkan pariwisata yang berstandar protokol kesehatan (prokes) dan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif.
“Melalui Gerakan Wisata Sehat yang terus diupayakan, BPPD DIY berharap dengan turunnya status PPKM menjadi Level 3, maka bisa menjadi motivasi membangkitkan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengharapkan para pelaku wisata beserta seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Sleman dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menyongsong kehadiran wisatawan dengan tetap melaksanakan prokes secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.
Untuk mendukung Gerakan Wisata Sehat, Pemkab Sleman terus mendorong pelaku wisata untuk mendapatkan sertifikat CHSE yakni Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) dari Kemenparekraf.
“CHSE pada dasarnya adalah penerapan protokol kesehatan di bidang pariwisata. Sertifikasi ini merupakan bukti bahwa pelaku usaha wisata telah memiliki, menerapkan, hingga meningkatkan protokol kesehatan di usahanya masing-masing. Selain itu, wisatawan dan masyarakat dapat merasa terjamin dengan pemenuhan standar protokol kesehatan CHSE,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.