Penduduk Bantul Tembus 985 Ribu Jiwa, Banguntapan Jadi Terpadat
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Haryadi Suyuti dalam acara launching Kamelia di Hotel Cavinton, Ngampilan, Jogja, Kamis (23/9/2021)./Istimewa-Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja meluncurkan Kamelia atau Kampung Wisata Melayani Melalui Aplikasi. Peluncuran Kamelia adalah upaya meningkatkan layanan prima kepada wisatawan dari sisi kemudahan mengakses informasi, reservasi, dan pembayaran paket kampung wisata yang akan dikunjungi.
Menurut Kepala Dispar Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko, aplikasi ini akan memasarkan 17 kampung wisata yang memiliki paket-paket unik dan menarik dengan harga yang bervariasi. Kamelia bisa juga diakses di Jogja Smart Service (JSS). "Penawaran paket kampung wisata di Kamelia memiliki keunggulan. Wisatawan dapat memperoleh narasi tentang unggulan daya tarik wisata pada 17 kampung wisata, dapat melakukan reservasi melalui aplikasi, serta dapat memperoleh informasi dari PIC tentang ketersediaan paket dan memilih jadwal kedatangan," kata Wahyu dalam peluncuran Kamelia di Cavinton Hotel, Ngampilan, Jogja, Kamis (23/9/2021).
Selain paket yang sudah tersedia, melalui Kamelia, masyarakat bisa mendapat notifikasi apabila ada informasi atau penawaran khusus terbaru. Agar semakin optimal, Dispar Kota Jogja juga membentuk tim pendamping Kamelia. "Optimalisasi ini juga dilakukan dengan cara melaksanakan bimbingan teknis untuk 17 kampung wisata sehingga dapat melakukan updating paket wisata," kata Wahyu.
Program ini diharapkan bisa menjadi promosi wisata 17 kampung wisata. Hal ini nantinya bisa berdampak pada peningkatan penghasilan warga dan juga mendorong penghasilan asli daerah dari sektor pariwisata. "Dan semakin luasnya dukungan bagi pengembangan dan promosi kampung wisata," kata Wahyu.
Sementara, Pemkot Jogja membagikan 1.000 gelang vaksin bagi para pelaku jasa pariwisata di wilayah Kota Jogja. Salah satu sektor yang mendapat gelang vaksin yaitu perhotelan. Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, pemberian gelang vaksin ini agar sektor perhotelan dengan harapan bisa taat protokol kesehatan. Selain itu, para pelaku jasa pariwisata juga berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga nantinya wisatawan merasa aman dan nyaman.
Gelang vaksin merupakan tanda apabila seseorang telah mengikuti vaksinasi. Ada QR code yang bisa mendeteksi data tersebut. "Selain memudahkan identifikasi warga yang sudah menerima vaksin baik dosis satu maupun dosis dua, juga sebagai souvenir atau kenang-kenangan khas bagi wisatawan saat mengunjungi Kota Jogja, mengingat hal ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia, belum pernah dilakukan di kota-kota lainnya," kata Haryadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Franchise Danur resmi berakhir setelah 10 tahun dengan film terakhirnya ditonton jutaan orang di bioskop Indonesia.
Di Jogja Financial Festival 2026 anak muda diedukasi interaktif untuk meningkatkan literasi asuransi generasi muda di Jogja.
Aturan baru masuk SD 2026: Anak 5,5 tahun bisa daftar dengan surat psikolog, sekolah dilarang tes calistung. Simak rincian kuota dan syaratnya di sini.
Ekspor Bantul periode Januari-April 2026 capai Rp532 miliar. Simak daftar komoditas unggulan dan upaya Pemkab Bantul menjaga target ekspor di sini.
Badan Gizi Nasional (BGN) ingatkan masyarakat waspada penipuan pendaftaran SPPG. Pendaftaran hanya melalui portal resmi, BGN tidak pakai perantara.