Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi rumah sakit/Reuters
Harianjogja.com, WONOSARI – Rumah Sakit Islam (RSI) bakal dibangun di Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo. Total pembangunan layanan kesehatan ini mencapai Rp15 miliar.
Direktur Gunungkidul Sehat Barokah, Arif Faturohman mengatakan, perusahannya yang menaungi pembangunan Rumah Sakit Islam Gunungkidul yang didirikan di Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo. Upaya pembangunan sudah dimulai pertengahan bulan ini dan ditarget selesai di akhir 2022.
BACA JUGA : Kasus Covid di DIY Melandai, Rumah Sakit Mulai Geser Bed
“Mudah-mudahan berjalan lancar dan bisa dioperasikan mulai Januari 2023,” kata Arif dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (27/9/2021).
Dia menjelaskan, di tahap awal pembangunan rumah sakit dengan tipe D dan memiliki kapasitas 50 tempat tidur. Adapun lahan yang digunakan seluas 2.780 meter persegi.
Untuk pembangunan dialokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar. Diperkirakan pembangunan fisik rumah sakit menelan biaya Rp5,3 miliar, sedangkan sisanya digunakan pengadaan sarana dan prasarana operasional rumah sakit. “Pembangunan RSI ini sebagai upaya menambah fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di Kapanewon Karangmojo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Lomba Lukis Anak DIY-Kyoto 2026 digelar di Sleman pada 23 Agustus. Sebanyak 20 peserta terbaik akan mewakili Sleman di tingkat DIY.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya yang diproduksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.
Pedagang pasar tradisional Gunungkidul berkurang 30%-40% akibat perdagangan online, pedagang keliling, dan minimnya generasi penerus.
Ekshumasi Sutrimo telah dilakukan. Forensik tak menemukan luka, sementara polisi memeriksa 8 saksi dan menunggu hasil laboratorium.