Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi. /Everypixel
Harianjogja.com, BANTUL-Jelang akhir September pembangunan Pasar Turi mencapai 50 persen. Jika lancar, pembangunan pasar ditargetkan selesai November.
Kabid Pengembangan Pasar, Dinas Perdagangan Bantul, Arum Bidayati menyampaikan saat ini pembangunan fisik pasar telah mencapai sekitar 50 persen. "Pekerjaan fisik saat ini baru pemasangan atap alderon mungkin hari sudah terpasang 75 persen," tuturnya pada Rabu (29/9/2021).
Selain atap, pekerjaan fisik Pasar Turi juga telah sampai pada pembuatan talang dan dinding. "Dinding nanti segera selesai dan akan dimulai pengerjaan untuk hamparan atau losnya, lantai, sama instalasi listrik juga dimulai," jelasnya.
"Kemarin sempat ada sedikit keterlambatan, karena alderon kan antre. Namun sekarang sudah akan dikejar keterlambatannya," ungkapnya.
Pengejaran keterlambatan disebutkan Arum bakal disiasati dengan penambahan tenaga kerja. Selain itu material proyek disiapkan on set, sehingga diharapkan selesai tepat waktu.
Baca juga: Sindikat Rokok Ilegal Gunakan Sel Mirip Jaringan Narkoba
"Hari ini secara total pembangunan sudah 50 persen. Target selesai di bulan November atau enam minggu lagi," tambahnya.
Bila telah rampung, Arum memastikan tidak ada penambahan atau pengurangan pedagang Pasar Turi. Hanya saja area parkir di sana akan ditata.
Segmentasi atau penempatan pedagang berdasarkan jenis komoditasnya menurut Arum akan sulit dilakukan di pasar lama. "Kalau pun tidak ada segmentasi atau zonasi, minimal semua pedagang mendapatkan akses pengunjung yang sama," ujarnya.
"Intinya itu kalau di pasar, jangan sampai ada pedagang yang merasa terpojok. Kemudian jarang dikunjungi orang begitu. Jadi pasar yang kita bangun sekarang pintunya banyak sekali, tidak hanya satu atau dua, tapi dari berbagai sisi pengunjung bisa masuk," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ojol demo serentak di Jogja dan 16 kota, tuntut kenaikan tarif hingga UU transportasi online. DPRD DIY siap bahas regulasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.