Sardjito Kirim 7 Tenaga Medis Bantu Korban Gempa NTT
RSUP Dr. Sardjito mengirim tujuh tenaga medis multidisiplin ke NTT untuk membantu korban gempa dan memperkuat layanan di RSUD Bajawa.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih meluncurkan aplikasi ResiDeswita pada Selasa (2/11). Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul resmi meluncurkan aplikasi Registrasi Destinasi Wisata (ResiDeswita). Aplikasi ini diharapkan mempermudah pendataan destinasi wisata di Bantul beserta pembinaannya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang secara simbolis meluncurkan aplikasi ResiDeswita menuturkan adanya aplikasi ini dapat membantu pemerintah mendata destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bantul. Pencatatan dan pendataan yang baik selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam berbagai program termasuk pembinaan.
"Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bantul akan terdata dan tercatat dengan baik. Sehingga menjadi salah satu pedoman dalam penyusunan kebijakan, fasilitasi, pembinaan yang berkelanjutan di sektor pariwisata Bantul," terang Halim pada Selasa (2/11) di Rumah Makan Bakaran Manding, Sabdodadi, Bantul.
Disebutkan Halim, Bantul memiliki 257 destinasi wisata berbasis alam, budaya dan buatan. Dari jumlah tersebut 43 di antaranya merupakan desa wisata, 10 desa budaya, sembilan rintisan desa budaya, 16 museum dengan 1200 kelompok seni budaya. "Sementara itu di sektor pariwisata kita punya banyak kelompok-kelompok pengelola pariwisata. Bahkan satu desa wisata bisa ada beberapa kelompok pengelola," katanya.
Sayangnya dari banyak jumlah potensi yang ada, masih banyak destinasi wisata yang belum teregistrasi di Dinas Pariwisata. Halim juga menemukan masih ada beberapa destinasi yang perlu dilalukan pembenahan secara administrasi. "Karenanya dengan aplikasi ResiDeswita ini harapan saya semuanya tertata dengan baik," tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menuturkan melalui ResiDeswita destinasi wisata di Bantul dapat tercatat semua, sehingga dasar-dasar pembinaan dapat disesuaikan dengan potensi wisata. "Dengan adanya registrasi ini adalah dasar untuk pembinaan, termasuk kalau untuk operasional ini registrasi," jelasnya.
Dalam pengoperasiannya, perwakilan pengelola wisata cukup melakukan pengisian data di ResiDeswita. Selanjutnya pihak pengelola mengunggah berkas surat permohonan yang harus diketahui Lurah setempat.
Dengan melalukan registrasi, destinasi wisata akan memperoleh beragam manfaat seperti bantuan promosi hingga peningkatan kapasitas. "Kalau yang belum registrasi nanti misalnya akan minta bantuan dana pengembangan, belum bisa karena belum tecatat. Ya harus mencatatkan diri dulu Termasuk mengajukan ke danais," tegasnya.
"Adanya registrasi ini diharapkan bisa memantau pergerakan pariwisata di Kabupaten Bantul dari sisi aspek pengelolaanya, perkembangannya dari aspek kunjungan wisata yang kita asumsikan meningkatkan PDRB," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUP Dr. Sardjito mengirim tujuh tenaga medis multidisiplin ke NTT untuk membantu korban gempa dan memperkuat layanan di RSUD Bajawa.
Chris John menjadi karakter animasi Dragon’s Dojo dengan menggunakan nama aslinya. Ia berperan sebagai mentor bela diri bagi sekelompok anak muda.
Prabowo mengundang seluruh petugas upacara HUT RI ke-81 ke Hambalang. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dedikasi mereka.
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 20 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gempa M5,7 kembali mengguncang NTT. BMKG mencatat 3.055 gempa susulan pascagempa M7,7 Flores hingga 19 Agustus 2026.
Jadwal layanan SIM Polresta Sleman Agustus 2026 telah dirilis. Cek lokasi SIM Keliling, MPP, SIMMADE, jam layanan, dan syarat perpanjangan.