Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY membatasi jam pelajaran pada pembelajaran tatap muka (PTM) di provinsi ini maksimal 2,5 jam. Pembatasan ini menyusul munculnya klaster SMKN 1 Sedayu yang berasal dari klaster takziah.
“Jam pelajaran paling banyak 2,5 jam. Ini berlaku di DIY. Untuk PAUD dan SD cukup satu jam. Kalau lebih dari 2,5 jam pasti akan ada istirahat. Pasti ada kumpul-kumpul yang memungkinkan penularan,” kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kepatihan, Rabu (10/11/2021).
BACA JUGA: SMAN 1 Sewon dan SMKN 1 Sewon Bantah Siswanya Terlibat Tawuran
Pemda DIY juga meminta kepada sekolah untuk menutup kantin. Satgas Covid-19 di tingkat sekolah harus bekerja keras mencegah penularan.
"Karena kalau penularanannya masif, pasti ada kelengahan dari satgas sekolah yang melonggarkan kerumunan," ucap dia.
Aji menyatakan Klaster SMKN muncul karena satu siswa positif nekat datang ke sekolah. Selain itu, ada juga guru yang datang mengajar meski positif terkena virus Corona
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan jawatannya juga meminta kepada sekolah dan wali murid memastikan siswa yang telah mengikuti pembelajaran tatap muka untuk langsung pulang ke rumah.
“Kami juga telah meminta kepada satgas Covid-19 sekolah dan Satpol PP DIY untuk memantau.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.