Daftar Ulang SPMB Bantul Dimulai, Kuota Domisili Hampir Terisi
Daftar ulang SPMB Bantul jalur domisili mulai 2–3 Juli 2026, kuota hampir terisi. Proses berjalan lancar meski ada kendala teknis kecil.
Warga mengambil barang-barang dari bangunan yang ambrol akibat jebolnya tanggul Kali Code di daerah Prawirodirjan, Gondomanan, Jogja, Rabu (5/12/2018)./Harian Jogja-Galih Yoga Wicaksono (M125).
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mengingatkan warga di seputaran bantaran sungai untuk waspada terhadap peningkatan debit air di masa musim penghujan ini. Pekan lalu, debit air di sungai Code sempat meningkat saat hujan lebat melanda wilayah DIY.
Kepala BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat menyampaikan, debit air yang sempat meninggi di sungai Code Mergangsan beberapa waktu lalu diakibatkan oleh kiriman air dari wilayah utara serta faktor cuaca yang tengah memasuki musim penghujan. Ia meminta warga untuk terus waspada.
"Kalau sejauh ini memang dua hal itu yang perlu kami waspadai. Selain memasuki musim hujan, aliran air dari utara menjadi faktor meningkatnya debit air di sungai Code," terang Nur Selasa (23/11/2021).
BACA JUGA: Pelaku Wisata Diminta Segera Ajukan Bantuan
Nur menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan kepada sejumlah kampung tangguh bencana (KTB) di setiap wilayah untuk waspada dalam menghadapi potensi bencana hidrometerologi. Mitigasi kebencanaan patut disiapkan dengan terus memantau area masing-masing.
"Kami tetap waspada dan berkoordinasi dengan KTB yang sudah kami rintis. Artinya ada tindakan pertama yang dilakukan warga saat terjadi bencana. Selanjutnya dukungan kami datangkan untuk mengantisipasi bencana susulan," kata dia.
Nur menerangkan, sebelum musim hujan tiba pihaknya juga telah menyediakan kebutuhan alat untuk KTB serta memberikan pelatihan kebencanaan. Pemeliharaan alat seperti gergaji mesin, tali dan kebutuhan penanganan kebencanaan lain diakuinya sudah diperbarui. Untuk itu, KTB disebut Nur telah siap dan matang dalam menghadapi potensi bencana hidrometerologi.
"Sejauh ini belum ada banjir yang sampai menimbulkan korban. Kalau tanah longsor ada satu korban dan dalam masa pemulihan setelah kakinya patah," kata dia.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dan Pusdatinkom BPBD Kota Jogja, Bayu Wijayanto mengatakan, naiknya debit air sungai Code akan berangsur turun cukup cepat.
"Jadi kalau di utara hujannya reda, biasanya di kota aliran atau debit air juga cepat turun. Karena kota termasuk yang menjadi lintasan air sebelum mengarah ke selatan," kata dia.
Ia mengatakan untuk saat ini kesiapsiagaan tim dan KTB di wilayah Jogja terus ditingkatkan. Hal itu mengingat dengan situasi hujan yang setiap hari terus terjadi. "Tim termasuk KTB di tiap wilayah sudah kami minta tetap siaga. Artinya dalam meminimalisasi potensi bencana dapat kita lakukan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar ulang SPMB Bantul jalur domisili mulai 2–3 Juli 2026, kuota hampir terisi. Proses berjalan lancar meski ada kendala teknis kecil.
Tiga makanan sederhana yakni mentimun, lemon, dan peterseli disebut dapat membantu menjaga fungsi ginjal dan menurunkan risiko batu ginjal.
Kemenangan Ai Ogura di MotoGP Belanda 2026 menyisakan empat pembalap yang masih menanti kemenangan perdana di kelas premier MotoGP.
8 fakta dramatis Brasil vs Norwegia: gol dianulir, penalti gagal, Haaland 2 gol, dan Brasil tersingkir di 16 besar sejak 1990. Norwegia ke perempat final!
Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik non-Tesla terlaris di Amerika Serikat pada semester pertama 2026 dengan penjualan mencapai 20.730 unit.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini Senin 6 Juli 2026 terpantau stabil. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.