Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Sedikitnya tujuh siswa SLB Negeri 1 Gunungkidul dinyatakan positif corona usai menjalani swab massal. Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah ini terpaksa dihentikan sementara waktu.
Kepala SLB Negeri 1 Gunungkidul, Widi Pranyata mengatakan, total ada 174 siswa dan 52 karyawan dan guru. Hingga Kamis (25/11) sudah ada 129 anak yang menjalani swab massal. Adapun hasilnya, tujuh siswa dinyatakan positif corona.
BACA JUGA : Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY Jadi Penyumbang
Menurut dia, swab massal dilakukan berdasarkan kegiatan tes acak di sekolah. Sesuai dengan program, awalnya pengetesan akan dilakukan secara acak. Namun demikian, setelah ada koordinasi dengan puskesmas diputuskan tes corona dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh siswa, karyawan maupun guru.
“Masih ada yang belum dites dan sisanya akan diswab Senin dan Selasa mendatang,” kata Widi kepada wartawan, Kamis (25/11/2021) siang.
Dia menjelaskan, ketujuh siswa yang dinyatakan positif corona berasal dari sejumlah kapanewon seperti Semanu dan Ponjong. Selain itu, saat dinyatakan tertular, para siswa dalam kondisi baik karena tanpa ada gejala.
“Contohnya dua siswa yang berada di asrama, meski dinyatakan positif kondisinya tetap sehat,” ungkapnya.
Dampak adanya siswa yang positif, maka pembelajaran tatap muka di SLB Negeri 1 Wonosari dihentikan sementara waktu. Adapun para siswa juga sudah menjalani isolasi mandiri.
“Kami kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh. Rencananya sampai tanggal 6 Desember, tapi itu masih sangat situasional karena bergantung dengan hasil tes swab lanjutan,” katanya.
Widi berharap penularan di lingkungan sekolah bisa segera ditanggulangi sehingga kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat dilanjutkan. “Mudah-mudahan tidak ada lagi siswa, guru atau karyawan yang tertular virus corona,” imbuhnya.
BACA JUGA : Klaster Takziah di DIY Bikin Resah
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya siswa SLB yang positif corona. Untuk pencegahan penularan, upaya tracing testing dan treatmen terus dilakukan. “Tentunya kami akan telusuri warga yang kontak erat dengan siswa yang positif,” katanya.
Meski kasus masih fluktuatif, penularan corona di Gunungkidul masih landai. Warga mayarakat pun diminta tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Tidak boleh abai dan harus disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk melawan corona,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.