Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Koordinator Presedium KAHMI DIY, Khamim Zakasih Putro (kanan) saat menyerahkan Pataka KAHMI kepada Koordinator Presedium KAHMI Bantul, M. Taufik N/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta semua kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di DIY pada umumnya dan Bantul pada khususnya untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Bumi Projotamansari seperti kemiskinan, ketimpangan, dan juga pengangguran.
Demikian disampaikan oleh Halim dalam acara pelantikan Pengurus Daerah Korp Alumni HMI (KAHMI) Bantul dan FORHATI Bantul periode 2021-2026 serta Rakerda I di Pendopo Manggala Parasamya II Kompleks Pemerintaha Kabupaten Bantul, Minggu (28/11/2021). Permintaan Halim tersebut sesuai dengan tema Rakerda I KAHMI Bantul, yakni Kalaborasi Membangun Bantul Projotamansari.
Halim mengatakan Pemkab Bantul tidak mungkin bisa bekerja sendirian mengatasi berbagai persoalan terutama kemiskinan, “Butuh kontribusi pemikiran bagaimana agar angka kemiskinan yang meningkat akibat pandemi, yakni 14 persen [dari total jumlah penduduk Bantul] bisa segera kita atasi,” kata Halim.
Lebih lanjut Halim mengatakan saat ini pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten kota menghadapi problem yang tidak ringan, yakni menurunnya penerimaan negara dan daerah. Penerimaan pajak menurun dan retribusi menurun. Ia mencontohkan pantai Parangtritis yang bisanya memberikan pendapatan asli daerah (PAD) sampai Rp35 miliar dalam setahun. Namun sejak pandemi Covid-19 menurun setengahnya, bahkan di bawah 50%, atau sekitar Rp13 miliar.
Demikian pajak hotel dan restoran selama pandemi menurun tajam tinggal 20%. Penerimaan pajak di tingkat Pemerintah Pusat juga menurun sehingga berdampak berkurangnya dana transper dari Pusat ke daerah termasuk ke Bantul dan berdampak pada pembangunan di Bantul.
“Hari ini mau tak mau pemerintah mencari alternatif pembiayaan penanggulangan kemiskinan di antaranya melalui zakat, ormas Islam Muhammadiyah dan NU pernerimaan zakat sangat besar sehingga sangat membantu pemerintah mennanggulangi kemiskinan. Menanggulangi kemiskian berati menyelamatkan akidah tidak hanya urusan dunia tapi penyangkut kehidupan akherat,” kata Halim.
Koordinator Presidium KAHMI Bantul, M. Taufik N menyampaikan alumni HMI akan senantiasa bersinergi, menjalin kemitraan, berkolaborasi saling berpegangan tangan mewujudkan Bantul yang sejahtera lahir dan batin. “Sejahtera lahir dan batin berarti bukan hanya material yang kita butuhkan, tetapi tidak kalah pentingnya adalah kesejahteraan batin,”katanya.
Selain harus produktif dan profesional dalam menjadikan Bantul ijo royo royo, alumni HMI khususnya di Bantul juga harus memastikan Bantul tertib dan aman. Dalam hal ini, tegaknya tertib hukum dan terjaminnya rasa aman di seluruh lapisan masyarakat sehingga terwujud masyarakat yang sehat lahir dan batinnya dalam suatu kehidupan bersama yang asri dan harmoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor