SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mendorong para remaja melakukan banyak kegiatan positif dan lebih kreatif. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mencegah kekerasan jalanan atau klithih yang melibatkan remaja.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan untuk mewujudkan itu Pemkab bersama dengan Forum Anak Sleman (Forans) dan Duta Genre Sleman mendeklarasikan Remaja Kreatif Sleman. Komitmen tersebut dilakukan dengan komitmen dan deklarasi mewujudkan remaja kreatif di Sleman.
BACA JUGA: Perkembangan Terbaru Tol Jogja-Bawen: Peletakan Baru Pertama Segera Dilaksanakan
"Deklarasi ini menjadi momentum bagi Forans maupun kelompok remaja lainnya untuk berperan dalam berbagai kegiatan positif sehingga menjadi tauladan untuk remaja seusianya," kata Kustini di sela-sela Deklarasi Remaja Kreatif Sleman, Sabtu (8/1/2022) malam.
Dalam deklarasi tersebut, Kustini menekankan dilakukan upaya untuk meningkatkan penyadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak. Selain itu, meningkatkan penyadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas atau perilaku seks bebas di kalangan remaja serta meningkatkan penyadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.
"Meningkatkan penyadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kekerasan di jalan yang melibatkan remaja, melakukan segala upaya untuk mewujudkan Sleman menuju Remaja Kreatif serta memberikan informasi, edukasi dan advokasi dalam mewujudkan Sleman menuju Remaja Kreatif," kata Kustini.
Menurut Kustini, saat ini para remaja dituntut untuk meningkatkan berbagai kemampuan baik di bidang akademis maupun nonakademis serta meningkatkan literasi. Dia berharap Forans maupun kelompok remaja lain yang memiliki kegiatan di bidang sosial ataupun lainnya, dapat menjadi tauladan maupun dapat menjadi wadah bagi remaja untuk berkarya dan melakukan hal-hal yang baik.
Ketua Forum Anak Sleman, Xenia Putri Damayanti mengatakan Forans ingin menjadi role mode bagi remaja lainnya di Sleman. Bersama 35 anggota Forans di 17 kapanewon, dia akan berupaya ikut mencegah permasalahan yang melibatkan para remaja seperti klithih maupun pernikahan di usia remaja. "Kami berharap aspirasi anak-anak Sleman dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab," katanya.
BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Ribuan PKL Malioboro Pindah Akhir Januari
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman, Suci Iriani Sinuraya menilai keberadaan Forans memiliki peran penting. Forans dapat menjadi pelopor yang memberi contoh positif bagi remaja lainnya.
"Salah satu tujuannya mengikis kejahatan jalanan yang melibatkan remaja. Ini terkait dengan minat dan bakat yang dimiliki remaja. Kalau minatnya olahraga atau kreativitas lainnya, maka akan difasilitasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.