Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kabupaten Gunungkidul kembali mencatatkan kasus positif Covid-19, setelah mencatatkan nol kasus aktif selama tiga hari beruntun. Penambaham kasus ini berasal dari salah satu warga di Kapanewon Playen.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, Kamis (13/1/2022) ada penambahan kasus baru. Ini berarti penularan virus corona kembali pecah telur dikarenakan selama tiga hari terakhir wilayah Gunungkidul dinyatakan nol kasus aktif.
"Jadi di Gunungkidul ada satu kasus aktif, yang berasal dari Kapanewon Playen" kata Dewi, kemarin.
Menurut dia, pasien dirawat di RSUD Wonosari. Kepastian positif Covid-19 ini muncul setelah dilakukan pengetesean corona terhadap pasien yang bersangkutan.
BACA JUGA: Baru Diresmikan, Jalan Perwakilan di Malioboro Sudah Rusak
Disinggung mengenai riwayat penularan, Dewi belum bisa memastikan. Namun demikian berdasarkan penelusuran awal diketahui keluarga pasien ada yang melakukan perjalan luar kota.
"Upaya tracing terus dilakukan agar penularan tidak semakin meluas," katanya.
Tambahan ini maka di Gunungkidul hingga sekarang ada 17.999 kasus konfirmasi positif. 16.965 kasus sembuh, 1 kasus dalam perawatan, dan 1.033 kasus meninggal dunia.
"Masih terkendali, tapi harapannya masyarakat terus mewaspadai penularan [Covid-19]. Sebab, selama masih pandemi potensi adanya penularan sangat mungkin sehingga upaya pencegahan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Sunaryanta. Pada saat apel merayakan nol kasus aktif di Alun-Alun Wonosari, ia mengungkapkan bahwa ancaman virus corona masih harus diwaspadai. Pasalnya, potensi tertular atau penambahan kasus baru masih sangat mungkin.
"Tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus," kata Sunaryanta.
Dia pun memberikan apresiasi kepada petugas kesehatan dan relawan yang terus berjuang hingga kasus penyebaran Covid-19 di Gunungkidul tetap terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.