Komitmen Perpustakaan USD Alih Aksara Lontar Kuno
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Seorang warga sedang membuang sampah di depo sementara samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Jumat (21/1/2022)/Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA-- Penutupan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sejak Kamis (20/1/2022) berdampak pada penumpukan sampah di wilayah Kota Jogja. Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Ahmad Haryoko, di sejumlah depo pembuangan sampah sementara telah terjadi penumpukan dua sampai tiga meter.
Selain penumpukan di area depo, beberapa truk sampah juga belum menurunkan muatan sampahnya. "Depo maksimal menampung sampah selama tiga hari, kalau tiga hari TPST Piyungan tidak buka, maka sampah akan meluber ke jalan," kata Haryoko saat dihubungi secara daring, Jumat (21/1/2022).
BACA JUGA: Viral Siswa SD Disuntik Vaksin Kosong, Menkes: Berdosa
Apabila sampah sudah menumpuk selama tiga hari dan meluber ke jalan, maka perlu waktu sekitar sepekan untuk membereskannya lagi. Hal ini terkait dengan antrean truk saat nantinya masuk ke TPST Piyungan yang bisa sampai empat jam per truk.
Haryoko mengatakan penutupan TPST Piyungan lantaran sedang ada pengurukan lahan. Akibat volume sampah yang terus bertambah, perlu adanya pengurukan tanah sebagai jalur truk. Bagian dermaga juga semakin sempit, sehingga perlu adanya penanganan.
"Informasinya belum jelas apakah sampai hari ini atau tidak penutupannya," kata Haryoko. "Pertama misal enggak dapat tanah uruk akan mundur, infonya masih dikerjakan oleh tender, harus diuruk dulu agar alat berat tidak tergelincir."
Masalah TPST Piyungan ini bukan semata-mata karena musim hujan. Namun lebih kepada tempat yang semakin sempit dan gundukan sampah yang semakin tinggi. Setiap harinya, Kota Jogja menyumbang sampah ke TPST Piyungan sekitar 270-300 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.