Kementerian Komdigi Berdayakan Duta Damai BNPT Jadi Penyuluh Informasi
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL—Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan tak akan mampu menampung sampah pada tahun depan. Tempat tersebut tiap hari menampung 700 ton sampah dari Kota Jogja, Sleman, dan Bantul.
Pemkab Bantul terus menyiapkan berbagai strategi dan kebijakan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan yang sudah overload sekaligus menyukseskan Program Bantul Bersih Sampah 2025.
BACA JUGA: Sampai Kapan TPST Piyungan Ditutup? Ini Jawaban Warga
Kepala Bappeda Bantul, Fenti Yusdayanti, mengatakan Pemkab Bantul terus berupaya menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri dengan cara mengurangi sampah mulai dari rumah tangga. Pemkab, menurut Fenti, tidak bisa terus menerus mengandalkan TPST Piyungan yang sudah penuh. Terlebih, upaya Pemda DIY untuk mengelola sampah TPST Piyungan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sampai sekarang belum terealisasi.
“Volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan tiap hari mencapai 700 ton. Kalau pengurangan sampah tidak segera dimulai, maka pada 2023 TPST Piyungan sudah tidak mampu menampung sampah lagi,” ujar Fenti saat ditemui seusai mengikuti Rapat Kooordinasi Antisipasi Darurat TPST Piyungan bersama Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Kamis (20/1/2022).
Fenti mengatakan Kota Jogja dan Sleman menjadi penyumbang volume sampah terbesar di TPST Piyungan. Volume sampah dari Bantul yang dikirim ke TPST Piyungan hanya sekitar 24% dari total 700 ton sampah per hari.
“Harapannya Sleman dan Kota Jogja juga bisa mengurangi kiriman sampah sehingga tidak terlalu membebani TPST Piyungan,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho menyatakan Pemkab Bantul segera mengurangi sampah mulai dari tingkat rumah tangga. Selain untuk mengurangi beban TPST Piyungan, upaya ini juga mendukung Program Bantul Bersih Sampah 2025.
“Tahun ini kami mulai mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah dari rumah yang melibatkan berbagai pihak. Kami juga menyiapkan modul cara pengelolaan sampah dari sumbernya, sekaligus mendorong pemerintah kalurahan memiliki badan usaha yang konsen dalam pengelolaan sampah. Dengan pemilahan, maka yang dibuang ke TPST Piyungan hanya residu,” kata Ari.
BACA JUGA: Jalan ke TPST Piyungan Ditutup Lagi, Sampah di Jogja Terancam Menumpuk
Pemerintah kalurahan diminta untuk menganggarkannya melalui pagu indikatif kapanewon sehingga dalam APBD perubahan nanti teranggarkan untuk semua kalurahan. Ari menambahkan Bupati Bantul juga meminta agar ada insentif bagi kelompok pengelola sampah agar masyarakat bersemangat dalam mengelola sampah mulai dari rumah tangga.
“Insentif akan diformulasikan dulu regulasinya,” ujar Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Saat ini kita memiliki isu krusial, yakni kebijakan PP Tunas sebagai payung hukum perlindungan anak di ruang digital,”
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.