Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Polisi menunjukkan barang bukti yang disita dari kelima pelaku, di Polsek Mlati, Sleman, Senin (24/1/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Lima remaja pelajar SMP dan SMA ditangkap polisi setelah mengeroyok dua orang dengan tongkat alumunium dan sabuk gara-gara merasa dipeloti di Jalan Magelang Km 5,5, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, pada Jumat (21/1/2022) malam lalu.
Kanit Reskrim Polsek Mlati, AKP Noor Dwi Cahyanto, mengatakan kelima remaja ini meliputi FS, TW, AVM, FRB dan RA. Kelimanya berusia 17 tahun dan beralamat di Kasihan, Bantul. Sementara dua korban yakni BR, 19, warga Mlati dan KVS, 19, warga Tegalrejo, Kota Jogja.
BACA JUGA: Tangan Pemotor Tersayat di Jakal, Jogja Darurat Klitih
Ia menceritakan insiden ini terjadi di sejumlah titik, sekitar pukul 22.45 WIB. Pertama di Jalan Jambon, sekitar Sindu Kusuma Edupark. Di titik ini rombongan pelaku yang menggunakan motor melaju dari arah timur ke barat berpapasan dengan kedua korban yang juga menaiki motor dari arah barat ke timur.
“Korban niatnya menuju ke jombor. Saat kontak mata, kelompok pelaku ada yang merasa dipelototi oleh korban sehingga niat mereka muncul dari Jalan Jambon. Korban diikuti sampai masuk ke ruas Jalan Magelang,” ujarnya, Senin (24/1/2022).
Kemudian di utara batas kota, sekitar Gereja Aletheia dan Hotel Grand Serela, gerombolan pelaku melempari korban dengan helm. Sesaat korban berhenti sementara para pelaku melaju arah utara. Tanpa berpikir negatif, korban pun melanjutkan perjalanannya ke arah utara.
Sesampainya di Simpang Empat Eelokan Mataram Jalan Magelang, ternyata para pelaku telah menunggu korban. Mereka mencegat dan sempat memukuli korban dengan tongkat alumunium dan sabuk. Korban pun mencoba kabur dengan memacu motornya.
Namun, gerombolan pelaku berhasil mengejar korban, sampai di depan sebuah warmindo di Jalan Magelang, korban ditabrak dengan motor pelaku hingga terjatuh. Di situ ah kelima pelaku mengeroyok kedua korban hingga babak belur.
Kejadian ini diketahui oleh petugas Polsek Mlati yang pada waktu itu tengah patroli di sekitar Jalan magelang. Polisi mulai melihat pelaku dan korban di Simpang Empat selokan Mataram, yang kemudian dikejar hingga korban dikeroyok di depan warmindo.
BACA JUGA: Bukan Klithih, Begini Kronologi Keributan di Lempuyangan pada Malam Tahun Baru
Saat itu juga, dengan bantuan warga di sekitar lokasi, polisi berhasil meringkus kelima pelaku dan membawa mereka ke Polsek Mlati. Sementara, kedua korban dibawa ke RSA UGM karena menderita luka cukup parah
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku tidak terindikasi terlibat geng sekolah. “Namun dari analisis kami, beberapa pelaku masih dalam satu kelurahan. Semua berbeda sekolah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.