Libur Panjang Dongkrak Wisata Sleman, Merapi-Prambanan Jadi Primadona
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
OTT pembuangan sampah liar pada Jumat (28/1/2022). - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Penerapan operasi tangkap tangan (OTT) sampah liar belum manjur untuk mengatasi pembuangan sampah sembarangan yang masih terjadi di sejumlah titik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Ari Budi Nugroho menyampaikan setelah ada OTT pembuangan sampah liar, memang sempat terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah.
Titik-titik pembuangan sampah liar kini mulai berkurang. Namun, tetap saja terdapat banyak sampah yang kembali dibuang pada tempat yang tidak semestinya. “Tetap dijumpai atau ditemui di bak sampah fasilitas publik jadi lokasi pembangan sampah rumah tangga,” paparnya, Sabtu (12/2/2022).
Ari mencatat masih banyak lokasi yang bukan seharusnya dijadikan tempat pembuangan sampah dan kebayakan titik tersebut berada di kawasan ruang terbuka hijau (RTH). Padahal, DLH sudah berusaha mengoptimalkan beragam cara pencegahan, seperti sosialisasi dan edukasi ke masyarakat.
DLH juga sudah bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam penyadaran masyarakat, seperti menggandeng perguruan tinggi melalui KKN tematik, PKK kabupaten, Dinas Kesehatan, kalurahan maupun intansi pemerintah lainnya.
Langkah OTT sampah liar dinilai diperlukan untuk menyadarkan dan mengedukasi masyarakat. Khususnya edukasi betapa pentingnya pengelolaan sampah dari sumber sampah. Satuan Polisi Pamong Praja Bantul menjadi salah tim yang ikut turun tangan dalam OTT sampah liar.
Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta menjelaskan OTT sampah liar dilandaskan pada Peraturan Daerah No.2/2019 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Motif pelanggar yang tertangkap rata-rata tidak mau direpotkan dengan sampah rumah tangga yang mereka timbulkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.