Jadwal KA Bandara YIA Reguler Senin 18 Mei 2026
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Jembatan mangkrak yang disebut dalam prasasti sebagai Jembatan Gajah Wong II yang tidak dilewati kendaraan selama puluhan tahun, Selasa (22/2/2022). - Harian Jogja/Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Jembatan yang membentang di atas Sungai Gajah Wong dari Kampung Ledok Timoho Kota Jogja menuju Sorowajan Baru Bantul memang benar-benar misterius. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM DIY belum dapat memastikan jembatan mangkrak puluhan tahun tersebut masuk dalam database data jembatan di DIY atau tidak.
Secara struktur jembatan ini masih terlihat kokoh. Di ujung barat jembatan terdapat prasasti bertuliskan tahun pembangunan yaitu 1996/1997 atau saat masa orde baru. Sementara di konstruksi sisi bawah jembatan tersebut terdapat identitas bertuliskan 31-12-96 yang diduga sebagai urutan tanggal, bulan dan tahun dilaksanakan pembangunan proyek jembatan tersebut. Sayangnya jembatan ini tidak dapat dilalui kendaraan karena buntu.
Saat diminta tanggapan terkait keberadaan jembatan tersebut Kabid Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY Kwaryantini Ampeyanti Putri menyatakan belum dapat memberikan komentar detail terkait keberadaan jembatan tersebut. Ia harus mengecek data lebih dahulu. Akan tetapi jika dilihat dari wilayahnya, kawasan tersebut bukan masuk jalan provinsi.
“Kami cek dulu, kalau di lihat dari wilayah [lokasi jembatan], sepertinya memang tidak masuk jalan provinsi,” katanya kepada Harianjogja.com, melalui ponselnya, Rabu (23/2/2022).
BACA JUGA: Mobil PLN Terlibat Laka Tunggal, Satu Penumpang Meninggal Dunia,
Untuk dapat memastikan database jembatan mangkrak tersebut tentu harus dilakukan melihat database jembatan serta melakukan pengecekan di lapangan. “Kami harus cek data dan lapangan dulu,” ujarnya.
Jembatan ini dengan panjang sekitar 30 meter dengan lebar sekitar 8 meter. Seperti jembatan lainnya dilengkapi dengan pagar pembatas kiri dan kanan, namun belum diaspal dan hanya sekadar beton.
Tampak jembatan ini tidak pernah dilewati pengendara motor. Warga sekitar memanfaatkannya sebagai tempat jemuran dan tempat nongkrong. Di pinggiran ujung barat dimanfaatkan untuk pembuangan sampah. Hanya sekitar 3 meter di antaranya tertera prasasti dengan tulisan Jembatan Gajah Wong II dibangun pada 1996/1997 silam. Jika dihitung pembangunannya pada 1997, maka usianya sudah 25 tahun.
Jembatan ini bisa dibilang sebagai salah satu proyek mangkrak era Orde Baru karena tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Di ujung timur sudah berdiri perumahan yang masuk di wilayah Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul. Kemudian di sisi barat berbatasan dengan Kampung Ledok Timoho, Umbulharjo, Kota Jogja yang juga banyak rumah penduduk.
Untuk mengakses jembatan ini bisa dilakukan melalui dua arah. Pertama dari arah timur atau wilayah RT 20 Sorowajan Baru. Jembatan ini bisa dilihat dari titik tersebut dari selatan. Kedua, dari ujung utara Kompleks Perumahan APBD, ada gang sempit masuk hanya cukup kendaraan roda dua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.