Polresta Sleman Jelaskan Duduk Perkara Viral Shinta Komala
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Jembatan Kretek II di Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS, Bantul, Selasa (1/3/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Jembatan Kretek II yang didesain dengan bentuk luku atau bajak sawah di Jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS Bantul akan menjadi ikon wisata Pantai Selatan.
BACA JUGA: Gembira Loka Zoo Akan Lepaskan Macan Tutul Terancam Punah ke Gunung Ciremai
Jembatan Kretek II mengusung filosofi Among Tani Dagang Layar dengan desain Laku Urip Kang Utama (Luku). Stilisasi bentuk luku (bajak sawah) dipilih sebagai wujud budaya agraris masyarakat DIY yang dipadukan dengan stilisasi bentuk pikulan yang bermakna kerja keras dan kerja sama. Selain itu terdapat pula stilisasi tiang layar kapal nelayan Pantai Selatan yang bermakna penyatuan agraris dan maritim yang mencerminkan bentuk masyarakat DIY yang nyawiji. "Itulah kira-kira landmark-nya, kami menyebutnya luku. Lampu jalan juga kami sesuaikan dengan konsep yakni berbentuk padi," kata Pejabat Pembuat Komitmen 1.4 Satker PJN Provinsi DIY Kementerian PUPR Julian Situmorang, Rabu (2/3/2022).
Progres pembangun jembatan penghubung pesisir Sanden dan Kretek ini sesuai rencana. Cuaca yang sering berubah tidak terlalu berpengaruh terhadap pengerjaan. Saat ini pengerjaan struktur telah beres dan menyisakan pekerjaan minor. Kontrak pembangunan Jembatan Kretek II habis pada Januari 2023, sehingga masih menyisakan waktu beberapa bulan lagi. "Mudah-mudahan rampung lebih cepat dari target," katanya.
Proyek ini terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki triwulan pertama 2022, progres pembangunan jembatan telah mencapai 79,5%.
Beberapa pengerjaan finishing seperti pemasangan sejumlah ornamen terus dilakukan sampai Maret ini. "Masih ada beberapa pekerjaan yang memasuki tahap penyelesaian," kata Julian, Rabu (2/3/2022).
Menurut Julian, struktur utama jembatan secara umum saat ini sudah selesai.
"Ornamen yang dipasang sesuai dengan hasil koordinasi kami dengan Pemda DIY. Jadi sudah ada kesepakatan bentuknya seperti apa saja dan saat ini tengah kami kerjakan," katanya.
Dosen Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII), Suparwoko berpendapat desain jembatan berkonsep luku cukup bagus, karena memberikan unsur budaya lokal dalam bentuknya.
BACA JUGA: Malioboro Tetap Ramai Tanpa PKL di Trotoar, Wisatawan Kini Bisa Selonjoran
Menurut Suparwoko, Jembatan Kretek II di JJLS Bantul dapat menjadi ikon lingkungan kawasan sekitar. Dampaknya, area sekitar bisa memanfaatkan view atau panorama ke arah jembatan untuk kepentingan wisata termasuk hotel, restoran, resto, kuliner rakyat, taman bermain, jalur pejalan kaki, dan lain sebagainya.
"Masyarakat sekitar bisa memanfaatkan ikon jembatan ini untuk kepentingan kegiatan sosial dan ekonomi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.