Bus Sekolah Gunungkidul Belum Normal, Ini Penyebabnya
Layanan bus sekolah Gunungkidul belum kembali normal. Kenaikan BBM non-subsidi membuat enam rute belum melayani penjemputan siswa saat pulang.
Sejumlah petugas memindahkan meja asal Kesekretariatan DPRD untuk dipasang di Bangsal Sewokoprojo guna kantor smeentara anggota Dewan, Jumat (4/3/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kesekretariatan DPRD Gunungkidul memastikan kinerja para wakil rakyat tidak akan terganggu dengan rencana pembangunan gedung baru. Pemkab Gunungkidul sudah menyiapkan kantor sementara di Bangsal Sewokoprojo selama pembangunan berlangsung.
BACA JUGA: Akhirnya! Pembangunan Fisik Tol Pertama di Jogja Dimulai Akhir Bulan Ini
Sekretaris DPRD Gunungkidul, Herry Sukaswadi mengatakan proses pemindahan barang-barang dari kesekretariatan ke Bangsal Sewokoprojo sudah dilakukan. Selain itu, juga ada renovasi gedung bekas Dinas Kebudayaan agar representatif digunakan untuk perkantoran.
“Bulan ini harus pindah karena mulai April sudah ada rencana pembongkaran sebagai awal untuk membangun gedung DPRD yang baru,” kata Herry saat ditemui di sela-sela peninjauan di Bangsal Sewokoprojo, Jumat (4/3).
Menurut dia, lokasi perkantoran di bangsal sudah dipetakan. Untuk bangunan utama digunakan Kantor Pimpinan DPRD serta untuk ruang Rapat Paripurna.
Ia pun memastikan tidak ada masalah dengan kinerja Dewan, meski harus menggunakan kantor sementara. Pasalnya, program kerja yang telah disusun tetap akan berjalan sesuai dengan kesepakatan yang telah diputuskan. “Tidak ada masalah. Sebab, ketugasan yang dimiliki tetap bisa dijalankan,” katanya.
Herry mencontohkan, sudah ada jadwal kegiatan Dewan di kantor sementara. Rencananya di akhir bulan ada Rapat Paripurna untuk pembentukan alat kelengkapan DPRD yang baru serta penyerahan nota pengantar program pembentukan peraturan daerah dari Bupati.
“Lokasinya nanti juga sudah bertempat di Bangsal Sewokoprojo. Jadi, tidak ada masalah meski ada pembangunan gedung baru, karena tugas-tugas dari Dewan tetap dijalankan sebagaimana fungsinya,” katanya.
BACA JUGA: Pasrah! DIY Kehabisan Cara Mengatasi Kelangkaan Minyak Goreng
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul, Agus Subariyanto mengatakan pembangunan Gedung DPRD masih dalam proses.
Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp42 miliar. Untuk pembangunan menggunakan skema pembiayaan tahun jamak atau multiyears. Di tahun ini, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp12 miliar, sedangkan sisanya dialokasikan pada 2023. “Pengerjaan memakan waktu sekitar 18 bulan dan ditarget selesai di akhir 2023,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan bus sekolah Gunungkidul belum kembali normal. Kenaikan BBM non-subsidi membuat enam rute belum melayani penjemputan siswa saat pulang.
Ekspor daun cincau kering Jawa Tengah mencapai 403 ton hingga Juni 2026 dan dipasarkan ke Thailand, Malaysia, Tiongkok, serta Kamboja.
Giri Sembung di Kulonprogo akan diperkenalkan sebagai spot paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026.
SMPN 4 Pakem menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan program WiSe bersama TMH.id untuk membangun ekosistem kesehatan mental.
BGN menargetkan pelunasan tunggakan Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga pada 2026. Anggaran pembayaran masih dalam proses reviu dan diblokir.
Presiden Prabowo menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu rakyat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan nasional.