Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Itjen Kemenkumham) berjanji segera menjatuhkan sanksi kepada aparat di Lapas Narkotika Jogja yang disinyalir terlibat dalam aksi kekerasan dan penyiksaan kepada para napi. Klasifikasi hukuman dan sanksi nantinya akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh aparat terkait.
"Kejadian itu kan sudah selesai kemarin. Dan selanjutnya bentuk pelanggaran yang disebut dilakukan oleh petugas dan mereka yang terlibat akan kami dalami dan teliti lebih lanjut," kata Inspektur Jendral Kemenkumham RI, Razilu dalam kunjungan ke Lapas Wirogunan Jogja, Kamis (10/3/2022).
Menurutnya, laporan dan hasil investigasi dari Komisi Nasional HAM akan dijadikan landasan dalam pemberian sanksi kepada petugas yang terbukti terlibat. Pemberian sanksi itu disebutnya bakal diberikan dalam waktu dekat sesuai dengan tingkat kesalahan, peran maupun pelanggaran yang dilakukan.
"Akan kami sesuaikan bentuk dan jenis hukuman pendisiplinannya yaitu dengan kategori ringan, sedang atau berat," ujarnya.
Razilu menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Menkumham Yasonna berkaitan dengan hasil investigasi dari Komnas HAM itu. Pihaknya menyebut bahwa, Menkumham telah menyetujui pemberian sanksi pendisiplinan kepada petugas yang terbukti terlibat.
BACA JUGA: Bukit Klangon hingga Turgo, Ini Daftar Objek Wisata di Lereng Merapi yang Ditutup karena Erupsi
"Info awal sudah ditindaklanjuti oleh Menkumham. Sudah selesai juga pembahasannya, karena kami prosesnya pasti lapor pak Menteri, begitu oke, ya kami lanjut,” ucap dia.
Ke depan, mitigasi soal bentuk-bentuk kekerasan maupun penyiksaan khususnya di dalam Lapas akan dicermati dengan optimal. Pihaknya mengklaim telah menyusun serangkaian upaya dan tidak mau kejadian serupa terulang di Lapas. "Kami peringatkan agar petugas lebih berhati-hati. Ada enam hal yang disampaikan menteri untuk tahun ini. Termasuk salah satu di antaranya soal mitigasi,” ungkap dia.
Komnas HAM RI sebelumnya mengeluarkan hasil investigasi soal dugaan kekerasan dan penyiksaan yang terjadi di dalam Lapas Narkotika Jogja. Dalam laporan itu, Komnas HAM menyebut bahwa petugas Lapas terbukti melakukan serangkaian tindakan penyiksaan kepada napi di dalam Lapas.
Instansi itu mencatat ada delapan tindakan tidak terpuji yang dilakukan petugas kepada para narapidana. Di antaranya yaitu memakan muntahan makanan, meminum air seni, dan mencuci muka menggunakan air seni, pencukuran atau penggundulan rambut dalam posisi telanjang dan lainnya.
Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba menyebut, dugaan tindak kekerasan, penyiksaan dan merendahkan martabat terhadap napi di Lapas Narkotika Jogja tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun dan harus diusut tuntas. Siapa pun pelakunya termasuk yang melakukan pembiaran kekerasan itu terjadi, harus diproses secara hukum.
"Permintaan maaf oleh Kanwil KemenkumHAM DIY termasuk merotasi lima oknum petugas yang disinyalir melakukan tindakan kekerasan ke Kantor Wilayah tidak lah cukup, tetapi pihak kepolisian dalam hal ini Polda DIY mestinya mengusut kasus ini secara tuntas. Hal ini penting agar kekerasan di lembaga pemasyarakatan lainnya tidak terjadi," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.