Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tangkapan layar terjadinya awan panas di lereng Barat Gunung Merapi, Senin (6/12/2021)/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN-Aksi masyarakat yang bermain di kawasan material vulkanik Gunung Merapi menuai komentar dari pemerintah. Pemerintah Kabupaten Sleman meminta masyarakat patuh terhadap peraturan yang telah dibuat.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menegaskan masyarakat tidak diizinkan untuk mengakses lokasi Kali Gendol, tempat di mana material akibat aktivitas vulkanik Merapi berada.
"Tidak boleh, risiko tinggi," kata Makwan kepada Harianjogja.com, Jumat (11/3/2022).
Hal tersebut merespons banyaknya warga yang berdatangan ke lokasi Kali Gendol untuk melihat situasi terkini pasca aktivitas Merapi pada Rabu (9/3/2022) malam. Diketahui, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur hingga 5 kilometer. Ujung material berhenti di kilometer 5 dari puncak gunung, tepatnya di sisi tenggara Bunker Kaliadem.
Peristiwa itu menyedot perhatian warga. Banyak yang penasaran dan mendatangi lokasi. Bahkan sebuah video yang beredar di media sosial belakangan ini menunjukkan ada banyak orang yang menginjakkan kaki ke material pasir yang masih mengeluarkan asap.
Baca juga: Ujung Material Merapi Berhenti di Km 5, Ini Foto-Fotonya..
Makwan mengatakan untuk mengantisipasi semakin banyaknya warga yang berdatangan, pemerintah sudah menutup akses masuk dan memasang rambu bahaya atau zona bahaya.
Ia meminta kepatuhan dari masing-masing warga. "Kepatuhan yang utama. Kepatuhan penting," kata dia.
Sebelumnya diberitakan bahwa muncul video yang menunjukkan adanya sekelompok orang sedang berjalan menyusuri material bekas aktivitas Merapi. Video tersebut dibagikan akun Twitter Sukiman Lintas Merapi dengan alamat @SukimanMerapi.
Dalam Video ia menuliskan keterangan "ini anak mana ?? Kok berani main2 dengan situasi seperti ini. Ada yang punya info lengkap kelakuan ini ? Cc @BPPTKG @jalinmerapi.kalau nggak salah lokasi kaliadem . Bagaimana jika ada susulan guguran ?".
Dalam video, tampak hamparan pasir berwarna abu-abu hampir memenuhi kali. Asap juga masih mengepul di antara material-material itu pertanda masih panas. Namun beberapa pemuda terlihat santai menginjakkan kaki di tempat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.