56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Sejumlah petani Desa Bulurejo, Semin, Gunungkidul, menanam benih padi di masa tanam kedua, Jumat (12/3/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memprediksi area penanaman padi di musim tanam kedua akan menurun drastis.
BACA JUGA: Korban Robot Trading Fahrenheit, Warga Bantul Kehilangan Rp825 Juta dalam Sekejap
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwingsih, mengatakan panen raya sudah berlalu dan petani mulai untuk masa tanam kedua. Berbeda dengan masa tanam pertama yang didominasi padi, di musim tanam ini komoditas akan lebih variatif.
Sebagai dampaknya, luas tanam padi di Gunungkidul menyusut drastis. Di masa tanam pertama mencapai 56.624 hektare, di masa tanam kedua hanya sekitar 7.000 hektare.
Menurut dia, penurunan ini terjadi karena kondisi geografis di Gunungkidul yang mayoritas merupakan lahan tadah hujan. Di masa tanam kedua, tanaman seperti jagung, kacang tanah hingga kedelai lebih banyak dikarenakan curah hujan mulai menurun.
“Yang paling banyak, lahan akan ditanami kacang tanah. Sedangkan padi hanya menyasar lahan yang memiliki salurah irigasi,” katanya, Minggu (13/3/2022).
Sustiwiningsih mengungkapkan, sudah memiliki peta tanam di Gunungkidul. di daerah selatan paling banyak ditanami kacang tanah. Di area tengah dan utara yang ditanam mulai dari jagung, kedelai hingga kacang tanah.
Menurut dia, hasil panen di masa tanam pertama berjalan dengan baik. Pasalnya, dari lahan seluas 56.624 hektare mampu menghasilkan 301.160,97 ton gabah kering giling.
BACA JUGA: Erupsi Merapi Tak Berpengaruh, Wisata Sekitar Lereng Gunung Tetap Ramai
“Rata-rata produksi per hektare 5,319 ton gabah kering giling. Mudah-mudahan di masa tanam berikutnya hasil produksi pertanian juga berjalan dengan bagus,” katanya.
Salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin, Sunarto, mengatakan di masa tanam kedua masih menanam padi. Hal ini dikarenakan area sawah yang dimiliki masih memiliki cadangan air sehingga tidak ada masalah untuk pemeliharaan. “Ada cadangannya. Jadi, kalau hujan berhenti masih ada yang dimanfaatkan untuk pemeliharaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemkot Solo menggandeng Gunungkidul lewat Solo Travel Dialogue untuk memperkuat promosi dan meningkatkan kunjungan wisata.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Gibran meminta investigasi dugaan keracunan MBG di Batang dituntaskan secara transparan dan korban mendapat penanganan hingga pulih.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.