Bidik SDM Global, Kader PMII DIY Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Salah satu Coworking space yang berdiri di Jalan Ahmad Wahid, Mantup, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Selasa (15/3/2022). Di jalan kampung ini mulai bermunculan tempat usaha kreatif.
Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah jalan kampung tepatnya di Mantup, Desa Baturetno, Banguntapan Bantul tergolong unik. Sepanjang jalan ini dahulunya sepi, kini bermunculan tempat usaha industri kreatif. Mulai dari co-working space hingga pusat pelatihan kreatif dan kafe.
Dukuh Mantup Desa Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul Suryani menjelaskan sebuah jalan yang kini menjadi sentra baru industri kreatif di pedukuhannya tepat di Jalan Ahmad Wahid. Bermunculannya industri kreatif memang belum lama, kurun waktu 2018 hingga 2019 silam. Karena sebelumnya rata-rata masih lahan pekarangan yang kemudian disulap menjadi tempat usaha kreatif dengan memanfaatkan view area persawahan.
"Pada awalnya hanya sekadar tempat kuliner seperti resto, tetapi secara perlahan berkembang, sekarang ada coworking space, ada pusat belajar bagaimana membuat kopi," katanya Rabu (16/3/2022).
Ia mendukung keberadaan usaha kreatif yang bermunculan di jalan tersebut. Karena menjadi momentum poisitif bagi warga sekitar, terutama banyak anak muda yang bisa belajar manajemen usaha. Selain itu pelaku usaha dapat menularkan semangat dan kreativitas ke warga. Tak hanya itu, warga lokal juga mendapatkan peluang untuk bekerja di tempat kreatif tersebut.
Baca juga: Tak Bakal Tertabrak Motor, Begini Tips Aman Foto-Foto di Tugu Jogja
"Ada komunikasi yang baik dengan manajemen di sini dan warga sekitar, setiap ada peluang pasti dikomunikasikan. Anak muda cukup banyak karena luas ada 17 RT, ini jadi atmosfer yang positif," ucapnya.
Salah satu pelaku bisnis yang ikut bekreasi di Jalan ini adalah Abdul Kholik yang mengelola usaha terpadu Co-working space dan kafe di bawah bendera Netindo Solusindo. Menurutnya kawasan Jalan Ahmad Wahid termasuk lokasi strategis yang berada di wilayah timur Jogja. Ke depan kawasan ini diperkirakan akan ramai sejalan dengan mulai tumbuhnya kawasan industri Piyungan. Selain itu tidak jauh dari kompleks Lanud Adisutjipto serta banyak hunian mewah di sekitarnya.
"Harapannya bisa menjadi altenatif pengembangan industri kreatif. Biasanya banyak di utara dan tengah kota, secara bisnis memang ada yang meragukan kenapa di sini, bukan berarti tidak ada peluang. Saya yakin ke depan Jalan Ahmad Wahid ini akan terus berkembang. Sekarang satu per satu sudah ada respons, lambat laun akan bergerak ramai," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PW IKAPMII DIY dan Kampung Inggris Jogja berkolaborasi meningkatkan skill bahasa Inggris kader PMII menuju daya saing global.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.