2.500 Personel Brigade Komando Sakera Meriahkan HUT RI di JEC
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja melaporkan terjadi peningkatan temuan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya sejak tiga bulan pertama di 2022. Bulan januari menjadi temuan terbanyak dengan jumlah 41 kasus penularan.
"Total sejak Januari-Maret 2022 ada sebanyak 54 kasus DBD, sementara 2021 lalu ada sebanyak 92 kasus dan satu pasien meninggal dunia," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, Rabu (23/3/2022).
Menurut Endang, musim penghujan memang menjadi salah satu faktor penyebab dari tingginya kasus DBD di Kota Jogja. "Begitu curah hujan tinggi kasusnya memang juga naik. Meskipun pola lima atau empat tahunan kadang berubah. Tapi memang polanya demikian," ungkap Endang.
Di sisi lain, pihaknya menilai bahwa aktivitas Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masyarakat mulai mengendur akibat pandemi Covid-19. Padahal, PSN cukup penting dalam mencegah dan mengantisipasi penularan DBD.
"Inti permasalahannya memang di PSN. Karena sudah jelas, bahwa DBD ini menularnya dari nyamuk. Begitu ada tempat perindukan yang tidak dibersihkan, otomatis nyamuknya banyak dan berpotensi menularkan," kata dia.
Baca juga: DBD Masih Menghantui Gunungkidul, 2 Warga Meninggal Sejak Januari
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menyebut, pihaknya berupaya agar penularan DBD bisa ditekan di wilayah setempat. Apalagi, di Maret ini warga yang tertular penyakit itu baru satu orang.
"Bulan Maret kan juga baru satu kasus ya, kami akan coba tekan karena yang Januari begitu tinggi dan semoga bisa ditekan," katanya.
Menurut Emma, program nyamuk Wolbachia masih menjadi salah satu upaya dalam pengendalian DBD selain memaksimalkan PSN dan sosialisasi kepada masyarakat luas. Saat ini seluruh kemantren di Kota Jogja sudah diterapkan dengan program nyamuk Wolbachia itu.
"Dari pelaksananya yakni WMP memang terus melakukan pemantauan. Artinya tetap melihat sampel nyamuk yang disebar ke sejumlah wilayah itu apakah berwolbacia atau tidak. Sementara ini sekitar 80 persen masih," kata dia.
Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat untuk gencar dan tetap waspada terhadap penularan berbagai macam penyakit di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) mesti dilaksanakan dengan optimal.
"Yang jelas masyarakat meskipun sekarang masih masa pandemi Covid-19, jangan abai dengan potensi penularan dari penyakit lain. Tetap PSN dan mau tidak mau harus waspada," ungkap Emma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Jadwal layanan SIM Polresta Sleman Agustus 2026 telah dirilis. Cek lokasi SIM Keliling, MPP, SIMMADE, jam layanan, dan syarat perpanjangan.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 20 Agustus 2026 tersedia di lima rute dengan tarif Rp80.000. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal Kereta Bandara YIA Kulonprogo hari ini tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 20 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.