Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Salah seorang pekerja sedang menurunkan minyak goreng kemasan dari pikap untuk diberikan ke pedagang di Pasar Argosari, Wonosari. Foto diambil Selasa (29/3/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah pedagang makanan mengeluhkan harga minyak goreng yang makin mahal akhir-akhir ini. Untuk minyak kemasan dijual Rp25.000 per liter, sedangkan jenis curah dijual Rp22.000 per kilogram.
Salah seorang pemilik warung makan di Kapanewon Wonosari, Ijah mengatakan, minyak goreng jenis curah makin langka. Praktis harganya ikut naik seiring minimnya pasokan di pasaran.
“Saya kemarin [Selasa 29/3/2022] beli Rp22.000 per kilogram,” kata Ijah, Rabu (30/3/2022).
Menurut dia, harga jual ini makin mahal. Pasalnya, sebelum ada ketetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500 per kilogram, masih dijual di kisaran Rp18.000-19.000 per kilonya. “Sekarang malah lebih mahal,” katanya.
Tingginya harga minyak goreng, maka ia terpaksa ikut menaikan harga gorengan. Sebelumnya, ia menjual gorengan Rp2.000 mendapatkan empat biji, tapi sekarang dengan harga yang sama hanya mendapatkan tiga biji.
“Bahan baku juga ikut naik. Jadi, harga gorengan ikut naik,” ujarnya.
Baca juga: Minyak Goreng Langka di Jogja, Pedagang: Lebih Baik Harga Tinggi
Kondisi agak berbeda terjadi pada minyak goreng kemasan. Komoditas ini sempat hilang di pasaran pada saat HET Rp14.000 per liter. Namun, sesaat setelah kebijakan HET dicabut stok kembali melimpah.
“Sekarang gampang diperoleh ketimbang dulu waktu ada HET. Sekarang gantian minyak goreng curah yang sulit dicari,” kata pemilik warung makan di Sumbergiri Kapanewon Ponojong, Amalia Damayanti.
Meski demikian, ia tidak menampik harga minyak kemasan juga ikut merangkak naik. Pasalnya, saat ini harganya menembus Rp25.000 per liter.
“Memang mahal. Pada saat masih ada HET harganya di kisaran Rp20.000 per litere tapi sekarag sampai Rp25.000 per liternya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.