Satpol PP Bantul Temukan 34 Jamu Obat Kuat Berbahaya
Satpol PP Bantul dan BBPOM DIY menemukan 34 jamu obat kuat mengandung bahan kimia berbahaya di sebuah depot di Srandakan.
Petugas Inafis Polda DIY melakukan olah TKP di lokasi kejadian kejahatan jalanan tepatnya di depan kantor Kelurahan Banguntapan, Senin (4/4/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Polisi telah mengidentifikasi sejumlah terduga pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan dengan menggunakan gir hingga menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia di Jalan Gedongkuning pada Minggu (3/4/2022) dini hari WIB lalu.
Polisi menyebut lima orang terduga pelaku yang terlibat dalam kejadian itu disinyalir adalah kelompok geng yang tidak berafiliasi pada geng sekolah tertentu.
"Para pelaku sudah diidentifikasi. Mereka ada dua motor dengan jumlah lima orang. Masih kami buru," kata Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Mapolresta Jogja pada Selasa (5/4/2022).
BACA JUGA: Terungkap! Ternyata Ada Aksi Mbelyer Motor Sebelum Remaja Tewas Dihantam Gir di Jalan Gedongkuning
Ade menerangkan, pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap otak dibalik kejadian itu.
Aparat kepolisian mengungkap motif dibalik aksi kejahatan jalanan yang menimpa DAA, 17, di Jalan Gedongkuning pada Minggu (3/4/2022) dini hari lalu. Aksi saling mbleyer sepeda motor diduga menjadi pemicu kejadian yang menelan korban jiwa itu.
Ade mengatakan, kejadian itu bermula saat kelompok korban yang terdiri dari delapan orang dengan lima sepeda motor melakukan aksi balapan di Jalan Ring Road Selatan sekira pukul 01.00 dini hari WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul dan BBPOM DIY menemukan 34 jamu obat kuat mengandung bahan kimia berbahaya di sebuah depot di Srandakan.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.