Kawasan Industri Gunungkidul Diperluas Jadi 1.500 Hektare
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Papan informasi tempat toilet yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Jawa di Taman Budaya Gunungkidul di Kalurahan Logandeng, Playen, Rabu (6/4/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bahasa Jawa belum sepenuhnya dipahami kalangan milenial di Gunungkidul. Salah satu contohnya adalah arti kata toilet dalam bahasa Jawa yang belum dimengerti karena dianggap mirip nama bapak-bapak.
BACA JUGA: Indonesia Resmi Punya 10 Bandara Internasional, Salah Satunya YIA
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul memiliki tugas berat untuk mengenalkan dan melestarikan Bahasa Jawa kepada generasi milenial.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara, mengatakan anak-anak atau generasi milenial lebih menguasai bahasa asing seperti Inggris atau Korea ketimbang Bahasa Jawa yang menjadi warisan nenek moyang. “Sekarang sudah banyak yang tidak tahu tentang Bahasa Jawa khususnya di kalangan generasi muda,” kata Mantara kepada Harianjogja.com, Kamis (7/4/2022).
Ketidaktahuan atau kurangnya pemahaman anak-anak muda tentang Bahasa Jawa bisa dilihat dari kasus toilet di Taman Budaya Gunungkidul (TBG) di Kalurahan Logandeng, Playen. Sebagai tempat pengembangan dan pelestarian budaya, fasilitas ini tidak hanya ditulis dengan Bahasa Indonesia, tapi juga Bahasa Jawa lengkap dengan tulisannya.
Meski demikian, sambung Mantara, banyak yang belum mengetahui apabila toilet atau fasilitas kamar mandi dalam Bahasa Jawa adalah Pakiwan. “Tahunya Pakiwan adalah nama orang yang memiliki toilet. Saya pun pernah ditanyai anak-anak kok Pak Iwan ada di sini [menunjuk ke papan informasi lokasi toilet],” ujarnya.
BACA JUGA: Warga Jogja Diminta Pakai Baju Anti-Klithih saat Bepergian, Modelnya Bikin Ngakak
Menurut dia, istilah Pakiwan hanya contoh kecil dan lingkupnya sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari di masyarakat. “Sebenarnya dengan tulisan dua bahasa, kami coba sosialisasikan, tapi nyatanya masih banyak generasi muda yang belum mengerti,” katanya.
Ia pun terus berkomitmen untuk terus berupaya melestarikan Bahasa Jawa kepada generasi muda agar tidak punah tergerus oleh perkembangan zaman. “Sudah kami persiapkan sejumlah program seperti sandiwara atau langen carita berbahasa Jawa dengan peserta anak-anak SD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
AJI Yogyakarta mendesak perusahaan media memperkuat SOP keselamatan jurnalis, termasuk pelatihan, APD, mitigasi, komunikasi, dan evakuasi.
Turnamen Biliar Joglosemar 2026 mempertemukan insan pers Jogja, Solo, dan Semarang sebagai persiapan menuju Porwanas 2027.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
PSS Sleman menurunkan Pedro Caracoci sebagai starter melawan Dewa United. Fachruddin dan Kevin Gomes juga masuk starting XI Super Elja.
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.