Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Papan informasi tempat toilet yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Jawa di Taman Budaya Gunungkidul di Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul, Rabu (6/4/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menyiapkan sejumlah program untuk mengenalkan Bahasa Jawa kepada anak-anak usia sekolah dasar. Salah satunya melalui festival Langen Carita yang melibatkan perwakilan dari 18 kapanewon atau kecamatan di Bumi Handayani.
BACA JUGA: Gagal Paham, Milenial Mengira Pakiwan adalah Pemilik Toilet di Gunungkidul, padahal Artinya Ini
Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Gunungkidul Dwi Prihdiani mengatakan pemahaman anak-anak terkait dengan Bahasa Jawa masih sangat butuh peningkatan.
Menurut dia, beberapa cara telah dilakukan untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Salah satunya melalui program Langen Carita yang rencanannya diselenggarakan pada Juni mendatang.
“Program ini merupakan pentas seni yang melibatkan anak-anak usia sekolah,” kata Anik, sapaan akrabnya, Kamis (7/4/2022)
Ia menjelaskan Langen Carita adalah pementasan cerita yang menggunakan tarian dan tembang dalam Bahasa Jawa serta diiringi musik gamelan. Sajian dari cerita yang dibawakan bisa berupa legenda, sejarah, cerita rakyat atau karangan sendiri.
“Durasi pentas sekitar 30 menit. Jadi, memang butuh persiapan yang matang karena mayoritas pemainnya adalah anak-anak,” katanya.
Menurut Anik, peserta festival ini berasal dari perwakilan 18 kapanewon di Gunungkidul. Ia berharap para peserta bisa mengerti tentang bahasa serta seni tari, karawitan maupun tembang yang merupakan warisan leluhur.
BACA JUGA: Indonesia Resmi Punya 10 Bandara Internasional, Salah Satunya YIA
“Intinya memang untuk pelestaran seni budaya serta untuk regenerasi pelaku seni,” katanya.
Menurut dia, upaya pengenalan Bahasa Jawa tidak hanya melalui Festival Langen Carita. Namun demikian, ada juga program lain salah satunya menyasar ke kalangan anak-anak sekolah. “Untuk program yang ke sekolah, lebih tepatnya bisa ke bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman karena disana yang menangani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.