Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tren penurunan kasus penularan Covid-19 di Gunungkidul berdampak terhadap peta zonasi kerawanan. Kini tak ada lagi RT di Gunungkidul yang berstatus zona oranye atau merah.
BACA JUGA: Jogja Bakal "Kebanjiran" Minyak Goreng Curah
Peta zonasi kerawanan Corona yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Gunungkidul pada 3 April lalu menunjukkan dari 6.854 RT, mayoritas masuk zona hijau sebanyak 6.710 RT. Adapun RT yang masuk zona kuning ada sebanyak 144 dan untuk zona oranye dan merah tidak ada.
Kondisi ini sangat berbeda jauh dengan pendataan di 27 Maret atau satu pekan sebelumnya ketika masih ada dua RT yang berstatus zona oranye. Kala itu, RT zona kuning ada 239 dan 6.613 RT berstatus zona hijau.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan sejak pertengahan Maret hingga sekarang angka penularan Corona melandai.
“Sekarang sudah tidak ada RT yang berstatus zona oranye atau merah. Kalau satu minggu sebelumnya ada dua RT berstatus zona oranye di Kapanewon Ngilpar dan Saptosari,” kata Dewi, Jumat (8/4/2022).
Penurunan kasus harian juga berdampak terhadap jumlah RT yang masuk zona hijau yang terus bertambah. RT yang berstatus zona kuning juga ikut berkurang. “Satu pekan lalu masih ada 239 RT, tapi sekarang tinggal 144 RT,” kataya.
Dewi menambahkan RT zona kuning terbanyak berada di Kecamatan Wonosari sebanyak 44 RT dan Kecematan Karangmojo ada 14 RT. Sedangkan sisanya 86 RT tersebar di 16 Kapanewon.
Kecematan Girisubo menjadi satu-satunya kapanewon yang seluruh RT-nya tidak ada yang masuk kategori kuning, oranye atau merah. Total dari 258 RT kesemuanya masuk zona hijau. “Datanya masih bisa berubah karena pemetaan mengacu pada penularan,” katanya.
BACA JUGA: Rekomendasi 5 Tempat Ngabuburit Seru di Jogja
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan kasus penularan Covid sudah sangat menurun. Meski demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaran virus Corona.
Menurut dia, ada beberapa upaya untuk penanggulangan. Selain terus mengoptimalkan program vaksin, juga meminta kepada masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.