Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah wisatawan yang pelesiran di Bantul pada libur Lebaran tahun ini diprediksi melonjak signifikan.
BACA JUGA: Peringatan, Semua Ruas Jalan Utama Jogja Berpotensi Macet Saat Libur Lebaran Tahun Ini
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Nurman Asmuni mengharapkan distribusi logistik tetap lancar di libur dan cuti Lebaran nanti.
“Dari sisi ekonomi secara keseluruhan membaik setelah dua tahun kita enggak bisa apa-apa. Sekarang masyarakat diperbolehkan untuk silaturahmi, untuk mudik,” kata dia, Sabtu (9/4/2022).
Menurut Asmuni, liburan panjang harus ditunjang dengan kelancaran logistik. Beberapa logistik pokok menurut Asmuni harus tetap berjalan untuk mendukung sektor pariwisata. “Itu dicukupi dulu selama liburan, karena 10 hari [libur Lebaran] kan tidak sedikit,” ujarnya.
Kenaikan tingkat hunian hotel belum terlihat di pekan pertama Ramadan. Lonjakan okupansi baru akan terlihat tiga sampai tujuh hari sebelum Lebaran.
Bila sepekan hingga tiga hari jelang lebaran kenaikan okupansi itu tak kunjung terlihat, lonjakan wisata yang digadang-gadang tersebut kemungkinan tidak terjadi.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto memprediksi jumlah kunjungan wisatawan Lebaran tahun ini bisa menyamai kunjungan wisata seperti Lebaran sebelum pandemi.
BACA JUGA: Jogja Segera Punya Pusat Desain Industri Nasional 4 Lantai di Bekas Terminal Terban
Menurutnya, pemudik di hari raya ini akan lebih banyak berwisata karena aktivitas masyarakat sudah banyak dilonggarkan.
“Tetapi jumlah destinasi wisata juga tersebar, perkembangannya cukup banyak juga. Destinasi-destinasi baru dan tersebar di banyak daerah. Menurut saya, akan ada tambahan seperti sebelum pandemi, tapi enggak seberapa,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
KAI Daop 6 Yogyakarta menertibkan kios liar dan PKL di kawasan selatan Stasiun Yogyakarta untuk mengembalikan fungsi trotoar, jalan, dan area parkir.
Pengenalan produk ini dikemas secara eksklusif melalui sesi Regional Press Gathering yang diselenggarakan pada Selasa, 30 Juni 2026 bertempat di Astra Motor Saf
Ronald Koeman resmi mundur sebagai pelatih Timnas Belanda usai De Oranje tersingkir di Piala Dunia 2026. Ia mengungkap alasan pribadi terkait kondisi kesehatan
Musim kemarau membuat ular lebih sering masuk permukiman di Sleman. Damkar mencatat 1.176 evakuasi hewan liar dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan.
PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim.