Jadwal SIM Keliling Jogja Hari Ini Selasa 19 Mei 2026
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan para siswa akan mendapatkan mata pelajaran baru bernama Pancasila pada tahun ajaran 2022/2023 mendatang. Kebijakan ini menyusul diterbitkannya PP No.4/2022 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan dengan adanya PP No.4/2022 tersebut maka DIY akan mengikuti ketentuan Pemerintah Pusat. Pancasila akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah selain Bahasa Indonesia.
Sebagaimana tertuang di PP No.4/2022 disebutkan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat 11 mata pelajaran, salah satunya Pancasila. Adapun Kewarganegaraan tertuang dalam mapel tersendiri.
BACA JUGA: Ilmuwan Israel Klaim Temukan Suplemen dari Buah untuk Cegah Virus
"Tentu kami akan menyesuaikan dengan kebijakan pusat terkait mata pelajaran Pancasila ini," katanya, Rabu (13/4/2022).
Sebagai persiapan akan mengembangkan model simulasi. Selain itu pembelajaran Pancasila akan menyesuaikan dengan ketentuan yang ada di PPNo.4/2022 serta dikombinasikan dengan Perda No.1/2022 tentang pendidikan pancasila dan wawasan kebangsaan.
"Tentunya ini akan diberlakukan pada tahun ajaran baru [2022/2023] karena di PP sudah muncul juga arahan," katanya.
Didik menegaskan nama mata pelajaran tersebut asalah Pancasila dan akan berdiri sendiri sebagai mata pelajaran baru di sekolah. Terkait kesiapan materi, DIY masih menunggu arahan dari Kemendikbud untuk diterbitkannya buku paket maupun buku petunjuk sehingga daerah bisa mengembangkan kurikulum tersebut.
"Soal buku paket ini kami menunggu dari pusat barangkali ada guidance untuk daerah," ucapnya.
Ia menilai penambahan satu mapel baru itu diperkirakan tidak menjadi beban siswa maupun guru. Karena intensitasnya tidak terlalu banyak serta materinya relatif ringan. Selain itu Pancasila sebenarnya sudah banyak namun jadi satu dengan PPKN.
"Saya kira tidak jadi beban, karena sebelumnya pancasila juga sudah masuk di mata pelajaran meskipun dicampur Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jadi sebenarnya pancasila ini sudah diberikan, nanti di tahun ajaran baru terpisah menjadi mapel sendiri," ujarnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menilai dimasukkannya Pancasila sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri harus disambut baik. Melalui kebijakan ini harapannya para siswa bisa lebih banyak memahami dan mengamalkan pancasila.
"Ini perlu kita sambut gembira, meskipun sebenarnya Pancasila ini setiap tahun pasti diajarkan bersamaan dengan PPKN," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.