Peternak Ayam Petelur Bantul Masih Tombok, Harga Pakan Jadi Biang Masalah
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Garis polisi terpasang di sekitar TKP insiden penusukan yang terjadi di wilayah Pakuncen, Wirobrajan pada Rabu (13/4/2022) pagi/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Insiden penusukan di wilayah Pakuncen, Wirobrajan yang terjadi pada Rabu (13/4/2022) pagi hingga berujung pada meninggalnya korban disebut warga terjadi begitu cepat. Tidak ada teriakan minta tolong dari korban pada saat cekcok berlangsung.
Tri Lestari, 41, warga setempat mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 06.50 Wib tadi pagi. Ia sempat mendengar suara cekcok dari kediaman Sigit Setiawan yang hanya berjarak satu rumah dengan tempat tinggalnya. "Pas saya lihat ke sana langsung saya usir pelaku dan bilang jangan buat keributan di sini," kata dia.
Pelaku langsung jalan santai saat diusir oleh Tri. Dia tidak kabur atau merasa bersalah atas tindakannya itu. Setelah keluar rumah, pelaku langsung menaiki sepeda motornya dan memacu kendaraan itu. "Pelaku malah jalan dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa," ungkapnya.
BACA JUGA: Warga Kasihan Tewas Dihujani Tusukan Pisau Warga Pakuncen
Setelah pelaku kabur, Tri kemudian memastikan kondisi Sigit yang juga merupakan adik kandungnya. Lantas, pandangannya tertuju pada korban yakni Budi Utomo yang tengah duduk di kursi dengan luka di sekujur tubuh. Ia mengira darah itu hanya luka biasa dan bukan akibat tusukan.
"Kemudian korban terjatuh dari kursi dengan posisi telungkup dan sempat meminta agar dibawa ke rumah sakit," kata Tri.
Dia menambahkan, korban sebenarnya berteman dengan pelaku. Mereka merupakan rekan satu sekolah sewaktu SMK dulu. Korban di waktu lalu juga sering main ke kediaman Sigit, namun belakangan sudah tak pernah. "Korban sudah lima tahun tidak pernah ke sini, makanya heran juga pas lihat dia datang tadi pagi," ucapnya.
Sementara, Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, polisi memastikan bahwa kasus ini telah ditangani. Pihaknya telah delapan kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa tiga saksi mata yang menyaksikan secara langsung insiden penusukan itu.
"Pelaku sudah diidentifikasi berinisial W, 42 tahun," kata dia.
Ade menyampaikan, korban tewas akibat luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri dan juga bahu kanan. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan. Saat ini TKP telah terpasang garis polisi.
"Kami minta agar pelaku menyerahkan diri dan bagi masyarakat yang melihat keberadaannya bisa langsung melaporkan ke Polda, Polresta atau Polsek setempat," urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Simak tujuh tips memilih baju lari wanita, mulai dari bahan, sports bra, ukuran, jahitan, hingga outfit sesuai cuaca.
Carlos Alcaraz menyelamatkan dua match point Taylor Fritz dan mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal Paris Masters 2026.
Veda Ega Pratama menerima empat hukuman di Moto3 2026, mulai dari Long Lap Penalty hingga penalti turun enam posisi start.
Polda DIY memperkuat Satgas Pagar untuk mencegah premanisme, kejahatan jalanan, tawuran, hingga perusakan fasilitas umum.
Apple dirumorkan menggabungkan fungsi Action Button dan Camera Control pada iPhone keluaran paruh kedua 2027.