Pasar Rakyat Bantul Makin Sepi, Omzet Pedagang Turun 30%
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Purwito ayah korban insiden pembakaran menunjukkan lokasi kejadian di rumahnya, Senin (25/4/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Aparat kepolisian telah menangkap terduga pelaku insiden pembakaran yang terjadi di wilayah Mergangsan beberapa waktu lalu. Polisi masih terus mendalami perkara ini untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Tersangka sudah tertangkap. Kami di dibanti jajaran Polresta Jogja dan petugas dari Polda DIY," kata Kapolsek Mergangsan, Kompol Rachmadiwanto, Senin (25/4/2022).
Dalam kasus ini, ada tiga rekan korban yang diduga terlibat dalam kasus itu yakni J, A, dan Z. Kapolsek belum menjelaskan secara detail kapan penangkapan dilakukan dan berapa tersangka yang diringkus.
Ayah korban, Purwito, meminta kepada petugas kepolisian untuk mengusut tuntas perkara tersebut. Ia berharap polisi mendudukkan persoalan tersebut secara berimbang dengan mengacu pada peraturan yang ada.
"Kalau memang sudah ditangkap, keluarga berharap pelaku dihukum saja dengan aturan yang ada," katanya.
Saat ini kondisi korban telah berangsur membaik. Ia sebelumnya sempat menjalani dua kali operasi. Yang terakhir dijalani pada pekan lalu. Petugas medis melakukan penambalan jaringan pada tangan korban.
"Awal-awal memang kritis tapi sekarang sudah bisa diajak komunikasi," ungkapnya.
Meski begitu, luka bakar yang dialami korban belum sepenuhnya pulih. Purwito mengatakan, bagian badan, tangan dan leher korban masih melepuh.
Sebelumnya, seorang mahasiswa berinisial DT, 21, diduga dibakar temannya sendiri lantaran persoalan sepele yakni knalpot dan ikan. Korban yang merupakan warga Mergangsan itu kini mesti mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami luka bakar yang cukup serius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.
Apindo meminta kewajiban sertifikasi halal 18 Oktober 2026 ditunda karena ekosistem industri dan rantai pasok dinilai belum siap.
209 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Peoples’ Conservation Summit 2026 di UGM melahirkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia dan 13 tuntutan perubahan arah konservasi.
Menaker Yassierli menargetkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung akhir Oktober 2026, dengan perhatian pada pekerja sektor informal.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.