Sensus Ekonomi 2026 di DIY Capai 79 Persen, Targetkan Rampung Agustus
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Sejumlah karyawan sedang mengemas kue madumangsa di Rumah Produksi Madumongso Bagaskoro, Kamis (21/4/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin \r\n
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) DIY menyebut, kuliner menjadi sektor yang paling diburu saat Lebaran. Hal itu disebabkan karena pemudik rindu menyantap kuliner khas Jogja setelah dilarang mudik selama dua tahun ini.
Kepala Dinkop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan secara persentase untuk produk kuliner mencapai sekitar 70%. Dinkop UKM mendorong agar protokol kesehatan tetap diterapkan karena pandemi Covid belum berakhir.
"Mereka pulang kampung mengenang masa lalu di sana ada kuliner. Dan mereka aka bawa oleh-oleh. Porsi kuliner [dari produk UMKM] paling besar," ujarnya kepada Harian Jogja, Senin (25/4/2022).
Dia menjelaskan persiapan menyambut lebaran sudah dilakukan sejak lama. Para pelaku usaha didorong untuk menyiapkan produk-produk terbaiknya.
"Pasti kami dorong terkait bagaimana kualitasnya, kuantitasnya. Karena sudah dua tahun nggak boleh pulang, ini pasti banyak yang berkunjung ke Jogja," jelasnya.
Baca juga: Data Kunjungan Wisatawan di Jogja Bikin Kaget, Ini Sebabnya
Dalam upaya menjaga kualitas produk dari UMKM, Dinkop UKM DIY tidak bekerja sendiri. Namun bekerjasama dengan kabupaten dan kota juga. Beberapa komunitas dia sebut sudah mulai melakukan bazar Lebaran.
"Baik dari kapanewon, sudah ada tempat-tempat yang mereka sudah paham. Seperti di destinasi [wisata] Kaliurang dan Bantul," tuturnya.
Srie Nurkyatsiwi bercerita saat masih pandemi, Dinkop UKM DIY mendorong free ongkir untuk tetap menghidupkan UMKM. Dari mulanya hanya di DIY saja kemudian meluas sampai keluar daerah.
"Bicara bisnis yang memang on the spot ketemu dengan konsumen, tapi kami dorong juga masuk ke ekosistem digital. Bagaimana mereka manfaatkan fasilitas yang ada," ucapnya.
Selain itu juga dilakukan pelatihan pendampingan digitalisasi keuangan dan marketing digital. Guna meningkatkan keahlian dari pelaku UMKM saat menyambut wisatawan.
"Di DIY sendiri kan 3,9 juta [pemudik] ini kami harapkan akan ada spending money di sini," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.