Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN-Kontraktor pemenang tender proyek Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) transisi Piyungan, PT Harry Graha Karya mengklaim telah mengikuti tender sesuai prosedur.
Hal itu diutarakan perwakilan kontraktor tersebut merespons pelaporan yang dilakukan oleh salah seorang warga Kalasan, Sleman kepada Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY, yang menuding pemenang tender menyalahi aturan.
Perwakilan kontraktor pemenang tender TPST Piyungan transisi, Hendardo, menjelaskan pelaporan tersebut hanya persoalan sakit hati. Pasalnya, pelapor tersebut menurutnya juga merupakan salah satu peserta tender proyek TPST Piyungan transisi.
“Intinya itu persoalan sakit hati saja, dari Pak Andry [pelapor] selaku warga Kalasan yang katanya sesali terkait proses pembangunan itu. Karena beliau juga bagian dari 10 orang yang ikut tender,” ujarnya ketika dihubungi Harianjogja.com, Rabu (19/5/2022) malam.
BACA JUGA: Juknis PPDB SMA/SMK DIY Segera Terbit, Ini Bocorannya
Dalam laporan ke ORI DIY itu, disebutkan kontraktor menggunakan metode peledakan pada salah satu proses pembangunan. Ia memastikan semua proses yang telah dilakukan oleh kontraktor sudah sesuai dengan persyaratan. “Pembangunannya sudah sesuai dengan SOP [standar operasional prosedur] yang sudah ada,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pengalokasian anggaran sebesar 30% untuk peledakan tersebut sudah bagian dari proses pengerjaan proyek. “jadi lebih ke internalnya perusahaan kami. Sedangkan SOP-nya kan sudah ada, sudah jalan,” kata dia.
Terkait tudingan adanya pemalsuan data salah satu pekerja seperti yang dilaporkan ke ORI DIY, ia mempersilakan jika pelapor atau ORI DIY hendak mengecek langsung ke lapangan. “Saya rasa kan tinggal dipastikan saja ke lapangan,” katanya.
Setelah masuknya pelaporan tersebut, sampai saat ini ia juga belum mendapat kroscek dari ORI DIY. “Sejauh ini belum ada. Sejak tanggal 14 yang katanya mau nanti dipanggil atau melibatkan semua pihak untuk mengklarifikasi ini belum ada,” ujarnya.
Ketua ORI DIY, Budhi Masthuri, mengatakan pihaknya memang belum melakukan klarifikasi ke kontraktor yang dilaporkan tersebut. “Kami agendakan minggu depan klarifikasi. Tindak lanjutnya dengan verifikasi, validasi laporan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Kapanewon Kalasan, Andry Lesmono Bintoro, melaporkan kontraktor pemenang tender TPST Piyungan transisi ke ORI DIY pada Jumat (13/5/2022) lantaran dinilai bermasalah.
Beberapa poin yang ia soroti seperti penggunaan metode peledakan yang dijalankan oleh perusahaan konstruksi bukannya perusahaan peledakan. Kemudian dugaan pemalsuan dokumen salah satu pekerja dalam proses peledakan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.