Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih bisa terjadi hingga Juli mendatang meski dengan intensitas yang semakin mengecil. Fenomena ini perlu diantisipasi oleh para peternak dan petani dalam menjalankan pertanian dan peternakan.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan masih terjadinya hujan hingga bulan Mei memiliki dampak pada pertanian dan peternakan. “Untuk bawang merah, sebagian kena moler atau terkena jamur,” ujarnya, Senin (23/5/2022).
Kemudian jenis tanaman lainnya yang juga terdampak yakni cabai. Meski tidak semua, sebagian cabai terkena patek. Untuk tanaman buah-buahan, pembungaan menjadi mundur, sehingga dampaknya kemungkinan produksi buah pun mundur.
Sedangkan pada peternakan, fenomena ini berdampak pada kondisi kesehatan ternak khususnya untuk jenis unggas. “Pengaruhnya ke peternakan, terutama karena fluktuasi suhu dan mengganggu unggas. Jadi berdampak ke pertanian dan peternakan,” kata dia.
BACA JUGA: Resmi Tinggalkan Balai Kota, Terima Kasih Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi
Hal senada diungkapkan Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto. Menurutnya bulan Mei yang masih sering terjadi hujan ini berdampak pada jenis tanaman hortikultura. “kalau untuk padi tidak masalah, tapi bila hortikultura seperti cabai, bawang merah dan sayuran lain sangat bermasalah,” katanya.
Dampak pada tanaman hortikultura ini seperti terkena patek dan layu fusarium. Untuk meminimalisir dampak ini maka petani hortikultura perlu mengaplikasikan fungisida. Fungisida juga bisa diaplikasikan pada bawang yang terkena moler.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, mengatakan seluruh wilayah DIY akan memasuki awal musim kemarau pada Juni nanti. Meski demikian, potensi hujan bahkan cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi.
Hal ini disebabkan oleh setidaknya dua faktor. Pertama masih hangatnya suhu permukaan laut di sekitar Indonesia khususnya Jawa. “Yang kedua fenomena lanina moderate muncul lagi. Dampaknya terhadap penambahan intensitas curah hujan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membuka ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menembus ekosistem industri kreatif nasional.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Popularitas BTS di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada kuartal II 2026. Sebanyak 46% warga AS mengaku memiliki kesan positif terhadap grup K-pop terse
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta
Libur HUT ke-81 RI mendorong lonjakan penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja hingga 122.191 orang pada 14-17 Agustus 2026.