Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengakui realisasi belanja daerah sampai awal Juni 2022 belum maksimal, yakni baru mencapai 29% atau Rp662 miliar dari total belanja daerah sebesar Rp2,2 triliun dalam APBD 2022.
Tak hanya itu, pendapatan daerah juga belum optimal. Sampai awal Juni baru tercatat 32% atau sekitar Rp656 miliar dari total rencana pendapatan dalam APBD tahun ini sebesar Rp2 triliun.
BACA JUGA: Jumlah Wisatawan di Bantul Mulai Mendekati Capaian Sebelum Pandemi
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul, Trisna Manurung mengatakan target belanja daerah ada di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Namun dia menargetkan sampai pertengahan tahun tahun ini belanja daerah maksimal bisa mencapai 45%.
Saat ini belum maksimal karena berbagai kendala, di antaranya karena proses lelang yang masih berlangsung. “Meskipun sudah ada pemenang lelang tapi pembayarannya kan belum bisa dilakukan dan baru dibayar penuh setelah pekerjaannya selesai,” ujar Trisna, Kamis (2/6/2022).
Selain itu banyaknya waktu libur dan cuti selama Mei lalu membuat serapan belanja menjadi lambat. “Libur panjang di Mei banyak pekerjaan yang menumpuk, banyak cuti juga. Sehingga mestinya dikerjakan di Mei ditumpuk ke Juni ini,” katanya.
Sementara kendala pendapatan yang juga belum maksimal karena dua bulan pertama tahun ini masih ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan baru ada kelonggaran sejak dua bulan terakhir, sehingga ia mengklaim pendapatan bisa dibilang masih terpengaruh pandemi Covid-19.
Namun demikian ia akan menggenjot pendapatan dan belanja daerah di triwulan kedua dan ketiga ini. “Pertengahan tahun kami targetkan belanja daerah minimal bisa mencapai 45 persen,” ucap Trisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.