Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Penandatangan kerja sama antara Dispar DIY dengan PT. Ekonomi Sirkular Indonesia untuk mengelola makanan berlebih, Kamis (2/6/2022) di kantor Dispar DIY./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bekerja sama dengan aplikasi surplus yang dikelola oleh PT. Ekonomi Sirkular Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama untuk meminimalisir sampah makanan di wilayah setempat.
Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo menjelaskan, jumlah sampah makanan di wilayahnya sangat tinggi. Hal ini disebabkan banyak hal, untuk itu diperlukan upaya yang konkret untuk mencegah makanan menjadi sampah.
"Kemudian kita menemukan anak muda yang tergabung dalam PT. Ekonomi Sirkular Indonesia ini luar biasa yang punya aplikasi dan bisa menghubungkan dengan masyarakat yang membutuhkan. Ini juga menjaga kelestarian lingkungan dari sisi sapta pesona dan CHSE," kata Singgih, Kamis (2/6/2022).
Singgih menambahkan, sektor pariwisata mengenal jargon Sapta Pesona yang salah satunya adalah menjaga kebersihan dan keindahan. Pengalaman ditutupnya TPA Piyungan bisa dijadikan evaluasi agar sektor pariwisata tetap terjaga kelestariannya.
"Untuk mengurangi sampah itu ya dengan cara seperti ini dengan mencegah makanan berlebih menjadi sampah," katanya. Direktur Utama PT. Ekonomi Sirkular Indonesia, Agung Saputra menjelaskan, pencegahan makanan berlebih menjadi sampah dilakukan dengan mengintegrasikan asosiasi yang tergabung dengan Dispar DIY untuk ikut serta meminimalisir sampah makanan.
"Caranya saat mereka ada makanan berlebih itu segera mengunggah makanan ke aplikasi surplus dan mereka akan menset di jam tertentu agar makanan itu tidak terbuang sia-sia dan menjadi sampah makanan," ungkapnya.
Biasanya sebelum toko makanan atau kafe tutup di etalase masih terpajang beberapa makanan. Hal ini kerap dibuang. Namun dengan aplikasi surplus, makanan berlebih bisa diunggah dan dijual kembali dengan harga yang lebih murah. Pembeli bisa memesan dan menjemputnya ke toko langsung atau menggunakan ojek online.
"Atau biasanya hotel saatsebelum mengganti menu dari sarapan ke makan siang mereka akan menjual secara cepat secara happy hour, misalnya satu jam sebelum mereka tutup atau setengah jam dengan harga 50 persen lebih murah," jelasnya.
Aplikasi yang telah beroperasi selama dua tahun ini diklaim telah berhasil menyelamatkan 10 ton makanan yang berpotensi menjadi sampah dengan nominal sekitar Rp200-Rp300 juta. Hal ini juga menghindari gas emisi CO2 dari makanan yang berpotensi menjadi sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Jika juara FIFA ASEAN Cup 2026 dan mendapat tambahan sekitar 16,80 poin, ranking FIFA Indonesia berpotensi naik dari posisi 118 menuju kisaran 115.
Kotabaru Heritage Film Festival 2026 resmi ditutup setelah mengumumkan para pemenang tiga kompetisi utama dalam penyelenggaraan tahun keempat.
Disdikpora Kulonprogo mengubah pola pencegahan kekerasan di sekolah dengan memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Simak jadwal bola malam ini 22-23 September 2026, dari Asian Games 2026, KNVB Beker hingga UCL Women lengkap dengan jam WIB.