Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
TN, tersangka penjualan miras dan pembuat uang palsu saat ditunjukan pada awak media di Mapolres Bantul, Senin (6/6/2022)-Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul menemukan ratusan lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 saat melakukan penggerebekan terkait penjualan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol di Dusun Mantup, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul. Dalam kesempatan tersebut polisi menangkap penjual miras di rumah tersebut sekaligus diduga sebagai pembuat uang palsu, beinisial TN, 26.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan penangkapan TN dan pengungkapan pembuatan uang palsu tersebut bermula saat polisi mendapatkan informasi adanya penjual miras di Dusun Mantup. Polisi langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan. Setelah hasil penyelidikan menguatkan adanya penjualan miras, polisi langsung menggrebek rumah TN pada Kamis (2/6/2022) siang lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.
“Saat melakukan penggerebekan rumah tersangka TN selain kami mengamankan miras, kami juga menemukan lembaran uang palsu berkut seperangkat alat pembuatnya,” kata Ihsan, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (6/6/2022).
BACA JUGA: Hingga Hari Ketujuh, Bocah Tenggelam di Pantai Congot Belum Ditemukan
Uang palsu yang diamankan sebanyak 113 lembar pecahan Rp100.000, delapan lembar uang pecahan Rp50.000. kemudian perangkat pembuatan uang palsu berupa printer, 283 lembar kertas HVS A4 80 gram, dua buat pisau kecil atau cutter satu tas warna hitam. Polisi juga menyita puluhan botol miras jeis angur merah.
Ihsan berujar, dari hasil pemeriksaan tersangka TN mengakui telah memproduksi uang palsu tersebut secara mandiri dengan cara diprint dan dipotong-potong sesuai dengan contoh uang asli, “Sejauh ini tersangka dalam memproduksi uang palsu itu sendiri, dia belajar secara otodidak dengan cara di-scan kemudian dipotong sesuai ukuran uang asli,” paparnya.
Lebih lanjut Ihsan mengatakan hasil pemeriksaan tersangka menyebutkan bahwa uang palsu yang diproduksi tersebut belum sempat diedarkan karena tersangka TN baru beroperasi sejak Mei lalu. Meski demikian pihaknya tetap menjerat tersangka TN dengan Pasal 26 ayat 1 dan 2 juncto pasal 36 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.
Sementara itu, TN yang sudah dua tahun berjualan miras mengaku belum pernah mengedarkan uang palsu yang dibuatnya, “Baru seminggu jadi belum ada yang digunakan. Karena hasilnya itu kurang bagus,” kata TN.
TN nekat membuat uang palsu tersebut karena tergiur tawaran dari seseorang. Orang tersebut mau membeli tiga lembar uang palsu menggunakan uang asli Rp100.000, “Hanya iseng, kemudian ada tawaran juga katanya satu banding tiga lembar,” ucapnya. Ia sendiri tidak menjelaskan orang yang menawarkan untuk membeli uang tersebut.
Terkait kemampuan mencetak uang palsu, pria lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini mengaku hanya otodidak. Belajar dari tempat fotokopi. Ia kemudian membeli printer seharga Rp2 juta, lalu men-scan uang asli dan mencetaknya, lalu memotong-motong sesuai ukuran uang asli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.