Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). /Ist.
Harianjogja.com, SLEMAN- Pencapaian vaksinasi dosis ketiga untuk wilayah Sleman masih belum mencapai 50% dari jumlah penduduk. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi.
Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), total Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sleman per 5 Juni 2022 mencapai 101.3% untuk Dosis 1, 93.6% untuk Dosis 2, dan 35.99% untuk Dosis 3. "Per 6 Juni ini vaksinasi booster sudah mencapai angka 36,05%, jadi ada kenaikan sedikit," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama, Selasa (7/6).
Dijelaskan Cahya, terdapat sejumlah kendala untuk mengenjot peningkatan jumlah sasaran vaksinasi booster di Sleman. Kondisi yang sama kemungkinan juga terjadi di daerah lainnya. "Kendalanya karena booster sudah tidak menjadi prasyarat untuk suatu kegiatan. Ini salah satunya kendalanya," ujar Cahya.
Selain itu, lanjut dia, animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 saat ini mulai menurun. Kondisi tersebut, katanya terjadi secara umum terutama bagi kelompok masyarakat yang memang menilai vaksinasi tersebut belum atau tidak wajib. "Jadi (vaksinasi) ini memang membutuhkan kesadaran bagi masyarakat [untuk divaksin]," katanya.
BACA JUGA: DPRD: Ironis, Kota Kogja Banyak Prestasi Tapi Terjerat Korupsi Perizinan
Faktor lain yang menyebabkan warga kurang antusias melakukan booster lantaran mereka sudah merasa cukup menerima vaksin dosis pertama dan dosis kedua. Apalagi kelompok ini melihat kasus Covid-19 varian Omicron tidak seganas varian Delta. "Adanya anggapan ini yang membuat sebagian masyarakat menilai tidak booster pun tidak apa-apa," paprnya.
Cahya menampik, kebijakan pelonggaran penggunaan masker di luar ruangan menjadi salah satu pemicu orang enggan melakukan vaksinasi dosis ketiga. "Pelonggaran masker tidak berdampak secara langsung, karena kebijakan pelonggaran masker juga sudah sangat jelas hanya untuk di outdoor dan bagi yang betul-betul sehat," ujarnya.
Pasalnya, lanjut Cahya, sebelum kebijakan pelonggaran masker tersebut keluar ia menilai animo masyarakat terhadap booster juga tidak setinggi saat vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua. "Saat kegiatan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua itu menjadi prasyarat kegiatan-kegiatan tertentu, terutama perjalanan sedangkan booster tidak menjadi prasyarat untuk itu," ujarnya.
Dinkes Sleman pun berharap agar masyarakat yang belum menerima vaksinasi dosis lengkap (1 dan 2) untuk segera melakukan di fasilitas-fasilitas layanan kesehatan. Baik puskesmas maupun rumah sakit. Sebab khasiat vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh untuk mencegah risiko terburuk Covid-19. "Jadi tidak perlu pilih-pilih vaksin karena semua jenis memiliki khasiat yang sama," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan per 7 Juni terdapat 3 kasus baru yang dilaporkan terpapar Covid-19. "Kami tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan CITA MAS JAJAR (Cuci Tangan, Pakai Masker, Jaga Jarak), serta kurangi mobilitas dan hindari kerumunan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.