Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 3 November 2026
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 2 November 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Narasumber dari praktisi dan legislatif memaparkan materi dalam sosialisasi Perda DIY tentang Bahasa Sastra dan Aksara Jawa, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY menyiapkan aplikasi digital pengubah aksara latin menjadi aksara Jawa untuk memudahkan masyarakat.
Aplikasi ini disiapkan untuk memasyarakatkan aksara Jawa di kalangan anak muda. Terutama memudahkan untuk menulis unggahan di medsos menggunakan aksara Jawa.
Praktisi Bahasa Disbud DIY, Titah Wulan Safitri menjelaskan DIY sudah memiliki peraturan daerah (perda) tentang bahasa sastra dan aksara Jawa, salah satunya mengamanatkan agar aksara Jawa hadir di ranah sosial.
BACA JUGA: Waspada! Gelombang Tinggi Capai Puncaknya pada Tanggal Ini
Di era saat ini untuk melestarikan aksara Jawa harus masuk ke ranah digital. Aksara Jawa sudah bisa digunakan di platform medsos, ponsel hingga laptop.
"Disbud DIY sudah membuat [aplikasi] converter [pengubah] ini kita tidak lagi harus menuliskan satu persatu aksara Jawa, meskipun idealnya harus menuliskan. Melalui aplikasi itu bisa menuliskan aksara latin, lalu otomatis muncul dalam bentuk salinan aksara Jawa, jadi mudah ketika akan menuliskan di medsos," katanya dalam sosialisasi Perda No.2/2021 tentang bahasa, sastra dan aksara Jawa, Senin (13/6/2022).
Aplikasi berbasis web itu bisa diakses melalui laman kongresaksarajawa.id/salinsaja. Di laman itu akan muncul menu konverter aksara Jawa Bahasa Indonesia. Pengguna tinggal memasukkan tulisan latin sesuai keinginan, maka secara otomatis akan muncul tulisan aksara Jawa.
Cara kerja aplikasi ini memecah input menjadi daftar kata kemudian dibandingkan dengan daftar kata pada kamus untuk mendapatkan perbedaan bunyi pepet dan taling. Selanjutnya daftar kata diubah menjadi aksara Jawa sesuai ketentuan kedinasan di DIY.
"Medsos sebagai sarana untuk melestarikan aksara Jawa agar tidak punah. Kalau sekedar konvensional di mata pelajaran tidak maksimal sampai di ranah pelestarian. Lewat aplikasi ini jadi mudah menulis aksara Jawa di medsos," katanya.
BACA JUGA: PPDB Kota Jogja: Masalah Kependudukan Paling Banyak Dikeluhkan
Anggota Fraksi PDIP DPRD DIY, Ispriyatun Katir Triatmojo menyatakan legislatif sepakat bahwa Perda No.2/2021 harus di sosialisasikan. Agar masyarakat mengetahui sejumlah fasilitas digital untuk pengembangan aksara Jawa. Aplikasi yang disediakan ternyata bisa diakses dan memudahkan untuk menuliskan aksara Jawa lewat ponsel.
"Cara digital ini mungkin banyak diminati anak muda. Kami berharap bisa terus dikembangkan sehingga bisa mewujudkan Perda ini untuk pelestarian bahasa dan aksara Jawa," katanya.
Kasi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan DIY, Setya Amrih Prasaja mengatakan aksara Jawa masih bisa eksis dan bersinergi dengan perkembangan teknologi terkini. Penting diketahui masyarakat, bahwa bahasa, sastra, dan aksara Jawa merupakan warisan budaya, sehingga menjadi hal penting diketahui dan dikuasai masyarakat Jawa.
"Penggunaan bahasa, sastra, dan aksara Jawa bagi seluruh elemen masyarakat di lintas generasi ini terus kami sosialisasikan. Ada sekitar 60 sasaran yang kami lakukan dari Mei hingga Oktober 2022 seluruh DIY," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Senin 2 November 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Pemkab Bantul mengupayakan bedah rumah untuk Waryanah, 65, yang 13 tahun merawat cucunya penyandang disabilitas seorang diri.
KA Pandawa Jogja-Semarang beroperasi 1 Desember 2026. Simak jadwal keberangkatan, stasiun pemberhentian, dan harga tiketnya.
DPUPKP Sleman menargetkan pemeliharaan 450 km jalan pada 2026 untuk mengantisipasi kerusakan dan genangan saat musim hujan.
KPK memanggil Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menjerat Hamenang Wajar Ismoyo.
Pria 35 tahun asal Gunungkidul tewas tertemper kereta pengangkut BBM di jalur KA Gamping, Sleman, Kamis dini hari.