Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sejumlah wisatawan di Pantai Depok, Bantul, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi pada pertengahan Juni ini di sepanjang pesisir selatan Jawa, tak terkecuali Bantul. Sampai Senin (13/6/2022), Pantai Selatan wilayah Bantul masih terpantau aman.
Salah seorang warga Pantai Depok, Kapanewon Kretek, Irah, menjelaskan dalam sepekan memang ombak terlihat lebih tinggi, tetapi masih sebatas di depan tempat menambatkan kapal-kapal nelayan. “Masih di depan kapal itu, belum sampai ke warung,” ujarnya.
BACA JUGA: Beringin Denggung Ambruk Juga Pernah Terjadi 2016, Korbannya 3 Orang
Meski air sisa ombak terkadang sampai depan warung, menurutnya kondisi ini masih aman karena tingginya pasir di bibir Pantai Depok dan adanya palung di sekitarnya, yang membuat ombak tidak mencapai permukiman.
Aktivitas nelayan sementara ini juga masih berjalan normal. Kalaupun berkurang aktivitas penangkapan ikan, menurutnya bukan disebabkan gelombang melainkan karena ikan saat ini sulit dicari. “Kemarin cuma enam perahu, Sabtu juga sama. Kalau hari ini enggak ada,” ungkapnya.
Wilayah Pantai Depok yang lebih rawan terkena banjir rob menurutnya bagian ujung barat. Gelombang tinggi terakhir yang terjadi seingatnya sekitar dua tahun lalu, hingga air mencapai wilayah warung-warung.
Sekretaris Sarlinmas wilayah IV Parangtritis, Arief Nugraha, menuturkan di wilayah Parangtritis gelombang tinggi tidak akan membahayakan warga karena jarak permukiman yang cukup jauh dari bibir pantai.
Sementara, para wisatawan sudah mengantisipasi gelombang tinggi dengan tidak berada di wilayah berbahaya. “Tapi sejauh ini masih mandali [aman terkendali],” katanya.
Ia memperkirakan gelombang tinggi terjadi pada sekitar bulan Juli-Agustua.
“Air sampai ke parkiran biasanya di Juli-Agustus, itu agak tinggi,” ungkapnya.
Nelayan masih bisa beraktivitas, dengan menyesuaikan siklus pasang-surut air laut.
BACA JUGA: Waspada! Gelombang Tinggi Capai Puncaknya pada Tanggal Ini
Melalui keterangan tertulis, BMKG memprediksi potensi gelombang tinggi di sepanjang pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jogja. Hal ini disebabkan adanya angin yang berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi, 46 mm/jam di beberapa perairan Indonesia.
Prediksi ini diperkirakan terjadi pada 13-23 Juni, dengan tinggi gelombang bisa mencapai 3 meter. Hal ini juga bertepatan dengan fenomena super full moon pada 14 Juni mendatang, sehingga meningkatkan ketinggian pasang air laut dan berpotensi terjadinya banjir rob.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.