Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Antrean pembelian minyak goreng curah di distributor minyak goreng CV. Arista, Jalan Kaliurang, Joho, Condongcatur, Depok, Selasa (12/4/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sejumlah pedagang di pasar tradisional di Gunungkidul belum berani menjual minyak goreng curah seharga Rp14.000 per kilogram. Pasalnya, jika harus menuruti anjuran Pemerintah Pusat, para pedagang akan merugi.
Salah seorang pedang kelontong di Pasar Argosari, Wonosari, Fajar Faudin mengatakan, harga minyak goreng sudah berangsur-angsur turun. sebagai contoh minyak kemasan sempat menembus 26.000 per liter, tapi sekarang di kisaran Rp23.000 per liter.
Hal tak jauh berbeda juga terjadi pada komoditas minyak goreng curah. Ia mengaku sudah menjual seharga Rp15.000 per kilonya. “Sudah jauh turun ketimbang beberapa bulan yang lalu,” kata Fajar, Kamis (23/6/2022).
BACA JUGA: PDIP Mau Berkoalisi dengan Partai Lainnya Kecuali PKS
Meski demikian, ia mengaku belum bisa menjual seperti imbauan dari Pemerintah Pusat, yakni Rp14.000 per kilogram. Fajar berdalih, harga tersebut sama dengan saat membeli sehingga tidak mungkin menjual dengan harga yang sama.
“Kulakan saya Rp14.000, masak mau jual dengan harga sama. Jelas, saya rugi jadi masih menjual di atas ketentuan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh salah seorang pedagang di Pasar Candirejo, Semin, Sudarti. Menurut dia, untuk sekarang tidak mungkin menjual minyak goreng curah sebesar Rp14.000 per kilogram. “Belinya saja Rp14.000, masak mau dijual sama. Sekarang saya menjual Rp15.500 per kilonya,” katanya.
Menurut dia, untuk bisa menjual sesuai dengan anjuran dari Pemerintah, maka harga di tingkat distribusi harus lebih rendah dari ketentuan. Tujuannya, agar pedagang kecil tetap mendapatkan untung. “Ya kalau tetap [Rp14.000], tentunya kami tidak berani menjual seharga itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.